Tangerang
siber.news | Proyek Pembuatan Drainase TPA Rawa Kucing di Neglasari, Kota Tangerang, yang didanai melalui APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai lebih dari Rp 2,1 Miliar, menghadapi permasalahan teknis. Ditemukan dugaan bahwa tiang kolom penyangga yang dipasang di lokasi proyek memiliki volume material yang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Proyek ini dilaksanakan oleh CV. VINA JAYA.
Proyek ini bernama resmi “Belanja Modal Bangunan Air Irigasi Lainnya” dengan masa pelaksanaan selama 61 Hari Kalender. Inspeksi lapangan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 28 November 2025, di lokasi Kedauang Wetan, mengindikasikan adanya penyimpangan dari ketentuan teknis yang disyaratkan.
Dokumen teknis mengharuskan tiang kolom memiliki tinggi total 2,7 meter, termasuk 30 centimeter yang ditanam dalam fondasi. Dari wawancara dengan pekerja, diketahui bahwa jarak sengkang (pengikat) yang digunakan adalah 20 centimeter, yang seharusnya menghasilkan 12 ruang sengkang untuk kolom di atas fondasi.
Namun, pengamatan fisik pada kolom yang terpasang menunjukkan bahwa kolom tersebut hanya memiliki 11 ruang (lubang) sengkang. Temuan ini merupakan indikasi yang menunjukkan bahwa spesifikasi volume teknis tidak dipenuhi oleh pelaksana proyek.
Kekurangan satu ruang sengkang ini secara hitungan berarti total tinggi kolom berkurang 20 centimeter. Kondisi kekurangan volume material yang teramati ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Selain itu, Pelaksana Proyek maupun Konsultan Pengawas dilaporkan absen di lokasi saat inspeksi media, yang menunjukkan kurangnya pengawasan di lapangan. Hingga berita ini diterbitkan, Kabid LH Kota Tangerang, Iwan, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekurangan volume dan pengawasan proyek ini.
