Senin, 19 Januari 2026 – 22.03 WIB
VIVA – Seri 2 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Tangerang & Semarang 2025-2026 resmi berakhir setelah diselenggarakan pada 13–18 Januari. Ajang pembinaan sepak bola putri ini kembali melahirkan juara-juara baru dari dua kota besar.
Baca juga:
Anda takut menjadi korban, seperti apa yang terjadi dengan handuk kiper Senegal di final Piala Afrika?
Di Tangerang, SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara kategori usia (KU) 10, sedangkan SDN Kunciran 4 C menjadi juara KU 12. Sementara itu, di Semarang, SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) merebut gelar juara.
Ribuan siswa mengikuti turnamen yang digagas oleh Yayasan Bakti Sport Djarum bersama MilkLife. Di Tangerang, 1.424 siswi dari 135 sekolah dasar dan menengah ikut serta. Sementara itu, di Semarang, 1.239 siswi dari 65 sekolah dasar dan menengah turut berkompetisi.
Baca juga:
Hanya ada kelakuan buruk dari para pemain Liga 4; lawan-lawan yang ingin merayakan kemenangan justru terus-menerus kalah.
Direktur program MLSC, Teddy Tjahjono, menilai bahwa seri kedua ini mengalami peningkatan signifikan baik dalam jumlah peserta maupun kualitas permainan.
“Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang maupun di Tangerang. Dari segi kualitas, acara ini terus berkembang karena peserta semakin siap,” kata Teddy.
Baca juga:
Tendangan memalukan dan brutal di Liga 4 Indonesia menjadi viral di seluruh dunia.
Kenaikan ini jelas terlihat dibandingkan dengan Seri 1. Pada Seri 1 di Tangerang, jumlah peserta mencapai 1.302 siswa perempuan, sementara di Semarang terdapat 1.213 peserta.
Sementara itu, Jacksen F. Tiago yang kini resmi menjabat sebagai pelatih utama MLSC menekankan pentingnya turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 sebagai landasan pengembangan pemain sepak bola putri Indonesia.
“Ini bukan hanya penting, tapi sangat penting. Ini langkah awal untuk menjadi pemain sepak bola profesional dan memperkuat timnas Indonesia. Tiga hingga empat tahun ke depan, wajah-wajah inilah yang akan kita lihat mengenakan seragam merah-putih,” kata Jacksen.
Pelatih kepala tim nasional Indonesia sebelumnya juga menyinggung perbedaan pendekatan dalam pembinaan atlet perempuan, khususnya dari sudut pandang psikologis.
Pendekatan psikologis menjadi tantangan terbesar. Kondisi mental para pemain sangat dinamis, sehingga harus dipahami agar latihan berjalan optimal.
KU 10 Tangerang menang 2-1 atas SDN Pinang 3 C British School Jakarta di final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek. Kedua gol kemenangan dicetak Nitya Safira Jaya, melalui tendangan penalti pada menit ke-2 dan sepakan jarak jauh pada menit ke-19.
“Outro lado” dalam bahasa Indonesia berarti **”Sisi lain”**.
“Saya sangat senang bisa menang. Saya merasa gugup di momen terakhir, tapi bersyukur kami bisa menang,” ujarnya.





















