Senin, 19 Januari 2026 10h47 WIB
Jakarta Sektor prioritas Indonesia seperti energi, makanan dan industri manufaktur memiliki potensi untuk menarik minat investor yang kuat di Forum Ekonomi Dunia (FEM) 2026, di Davos, Swiss.
Baca juga:
Prabowo akan berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 22 Januari 2026
Direktur Eksekutif Institut Pembangunan Ekonomi dan Keuangan (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan bahwa arus investasi yang diharapkan untuk Indonesia di masa depan akan fokus pada sektor strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan global. Sektor energi adalah salah satu fokus utama sejalan dengan komitmen pemerintah terhadap transformasi energi dan pengembangan energi terbarukan.
Indonesia sekarang benar-benar membutuhkan investasi di sektor transformasi energi, energi terbarukan dan industri hijau. Selain itu, Presiden meluncurkan proyek untuk mengembangkan kapasitas listrik hingga 100 gigawatts, kata Esther pada Senin, 19 Januari 2026, di Jakarta.
Baca juga:
Pernikahan tanpa anak menjadi tren, fenomena DINK semakin kuat
Ia mengatakan, selain energi, sektor makanan juga dianggap sangat menarik bagi investor. Esther menekankan pentingnya investasi di sektor ini untuk memastikan kebutuhan makanan nasional dan regional dapat dipenuhi, serta mendukung pertumbuhan industri intensif tenaga kerja.
Esther menyebutkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) sebagai salah satu peluang utama yang dapat ditawarkan Indonesia di forum internasional ini. Selain itu, industri tekstil mulai dijaga dan dikembangkan kembali untuk tetap kompetitif di dunia internasional.
Baca juga:
Rosan membuka diskusi tentang pembentukan sebuah perusahaan tekstil negara
Esther juga menekankan langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah untuk menarik lebih banyak minat investor pada acara WEF di Davos, 19-23 Januari 2026, dengan memberikan insentif yang fleksibel.
“Penginvestor akan tertarik jika insentif yang diberikan disesuaikan. Pendekatan harus lebih pribadi, dan bukan hanya melalui forum besar”, katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga harus menyiapkan rencana bisnis dan rencana bisnis yang jelas dan dapat diukur.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Downstreaming, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa kehadiran Indonesia di Rapat Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia secara konsisten di tingkat internasional untuk mempromosikan daya saing.
Di sisi lain
Pemerintah, kata Rosan, menekankan komitmennya untuk menawarkan stabilitas ekonomi, keamanan politik dan peluang investasi yang kompetitif dalam jangka panjang sebagai dasar untuk meningkatkan daya saing nasional.
