Tangerang,
siber.news | Isu renovasi liar Showroom Mitsubishi di Cikokol yang diduga membobol Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menyeret nama seorang anggota DPRD Kota Tangerang semakin memanas. Menyikapi pemberitaan yang beredar, Saeful Milah, Anggota DPRD Kota Tangerang, akhirnya buka suara, memberikan klarifikasi tegas mengenai batas-batas keterlibatannya dalam polemik pembangunan tersebut.
Dalam percakapan saat dikonfirmasi, Saeful Milah membantah keras tuduhan yang mengaitkannya dengan pengelolaan atau tanggung jawab atas renovasi yang sedang dipersoalkan. Ia menekankan bahwa masyarakat telah keliru dalam menafsirkan dan mengaitkan perannya dengan situasi pembangunan showroom yang terjadi saat ini.
“Saya ini penjual, penjual showroom itu dulu,” ujar Saeful Milah, menjelaskan peran utamanya di masa lalu. Ia menegaskan bahwa keterlibatannya hanyalah sebatas menjadi pihak yang memperantarai alih kepemilikan showroom lama, dan ia tidak memiliki wewenang atau tanggung jawab atas operasional yang baru.
Anggota DPRD Kota Tangerang ini meminta secara eksplisit agar namanya tidak terus-menerus diseret ke dalam masalah yang menjadi ranah tanggung jawab manajemen yang baru. “Jangan bawa-bawa kita ke arah sekarang,” tegasnya, karena ia tidak lagi memiliki hubungan kerja formal atau struktural dengan pihak pengelola saat ini.
Saeful Milah juga secara tegas menampik adanya komitmen atau aliran dana berupa gaji dari manajemen baru, karena posisinya kini hanyalah sebagai pemilik lama yang telah menjual aset. “Enggak ada, dapat gaji apa demi Allah… enggak dapat, enggak dapat sama sekali. Karena ada manajemen baru,” katanya, memperjelas bahwa showroom tersebut sudah dipegang oleh tim manajemen yang berbeda.
Terkait status perizinan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), ia memberikan pembaruan informasi mengenai langkah-langkah yang telah diambil pihak berwenang. Ia menyebut bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan tindakan, termasuk mengirimkan surat dan memanggil pihak terkait.
Meskipun demikian, ia meyakini bahwa proses pengurusan izin yang sempat menjadi sorotan tersebut kini sedang ditindaklanjuti oleh pengelola showroom. Saeful Milah mengklaim bahwa manajemen baru telah diminta untuk membuktikan bahwa proses PBG tersebut memang sedang berjalan.
Klarifikasi dari Anggota DPRD Kota Tangerang ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman publik. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan pihak pengelola showroom saat ini hanyalah sebatas hubungan profesional antara penjual dan pembeli lama.
