![]() |
| Plank Program Percontohan Rumah Tahfidz Al-Maarij. |
SBNews – Rumah Tahfidz sebagai tempat penghafalan
Al-Qur’an, pengamalan dan membudidayakan nilai – nilai Al Qur’an dalam
kehidupan sehari – hari, yang berbasis hunian, lingkungan dan komunitas, akhir –
akhir ini marak di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Program ini,
salah satunya digalakkan oleh Buya Amir Azli bersama rekan – rekan salah
satunya H. Yobana Samial,SH dan yang lainnya.
Amir Azli, ternyata bukan hanya khusus dengan program Rumah Tahfidznya saja, Ia
malah mengkaloborasikan program Rumah Tahfidz Al-Maarij yang dikelolanya dengan
program usaha produktif.
rangka memandirikan program Tahfidz di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota
Pariaman, maka Rumah Tahfizh Al-Maarij Sungai Limau, membuat program usaha
produktif sebagai percontohan dan kegiatan ujicoba,” ujar Buya Amir Azli,
kepada SBNews, Selasa (20/8/2019).
menjelaskan , bahwa kegiatan uji coba itu meliputi bidang ternak, seperti
ternak Kambing dan Ikan, Tanaman Wangi, tanaman Pala Super dan Pisang Thailand.
Misalnya usaha ternak Ikan Gurami, Ia membuat 4 kolam kapasitas 1.000 ekor/
kolam dan bibit ikan tersebut ternyata adalah bantuan dari para donatur,
diantaranya Harmaini Limra, Ketua Korp Alumni Mahasiwa Minangkabau Jakarta Raya
serta donatur – donatur lainnya.
| Lokasi kolam Ikan Gurami Rumah Tahfidz Al-Maarij. |
jenis usaha ternak Ikan Gurami, dilaksanakan pula usaha Ternak Kambing untuk
kebutuhan syukuran dan aqiqah. Kandang kambing dibuat oleh Al-Maarij dan bibit
kambing diberi oleh UDA (Usaha Dagang Alumni) IKAPS (Ikatan Keluarga Alumni
Pelajar Sungai Limau,) dengan kesepakatan pembagian keuntungan 30 % untuk
investor, 30% untuk pengelola, 30% untuk Program Tahfidz dan 10 % untuk UDA
IKAPS,” paparnya.
itu, H. Jayanis selaku Ketua Umum IKAPS mengatakan, “Tujuan kegiatan kerjasama
ini adalah membentuk dan membina siswa/ santri agar bisa bermental bisnis dalam
mengurus program keagamaan”.
ini akan dikembangkan ke semua pondok Tahfidz yang mempunyai lahan, agar Program
Tahfidz bisa hidup dan berkembang dengan usaha sendiri, tidak terlalu
menggantungkan biaya rutin kepada para donator,” imbuh Buya Amir Azli.
| Kolam Rumah Tahfidz Al-Maarij yang sedang dikerjakan. |
lanjut Buya Amir Azli menjelaskan, bahwa program kerjasama Ternak Kambing
Al-Maarij dengan UDA IKAPS tersebut, merupakan langkah awal dan ujicoba, yang apabila
berhasil akan dilanjutkan dengan usaha penggemukan Sapi Korban dan nomimal
modalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah nantinya.
Yobana Samial, yang selama ini memberikan motivasi dalam program Rumah Tahfidz
ini juga membantu usaha lainnya; Usaha Warung Kejujuran Rumah Guru Tahfidz dan
beliau membantu modal sebanyak Rp. 2 Juta,” pungkasnya, mengakhiri. (Rico Adi Utama)
