Kopi nyatanya tak pernah kehabisan manfaat. Sifat alaminya mampu memberi energi sekaligus—menurut Mayo Clinic—berpotensi melindungi otak dari risiko Alzheimer. Namun, begitu dikonsumsi berlebihan, minuman ini justru bisa berbalik jadi ancaman: mulai dari kegugupan, gangguan tidur, hingga denyut jantung yang tak karuan.
Kopi menempati urutan kedua sebagai minuman paling banyak diminum di dunia setelah air. Banyak orang memilih meminumnya di pagi hari karena kopi dianggap sebagai penambah energi alami.
Kafein Tingkatkan Performa Pria 40+
Sonia Lucena, ahli psikonutrisi, menelaah bagaimana kafein memengaruhi performa pria. Ia menemukan bahwa zat ini punya efak rangsang dan menegaskan, “Senyawa bioaktif dalam kopi bisa memberikan manfaat nyata bagi kesehatan serta kinerja, asal diminum secukupnya dan biji kopi dipilih tepat.” Ia pun menjelaskan lebih lanjut kepada media Men’s Health.
- Kopi rangsang saraf, reda rasa lelah, daya tahan fisik naik.
- Kopi bikin otak tetap fokus dan refleks cepat, aman saat kerja mepet deadline.
- Polifenol kopi lawan stres oksidatif, sel anti-penuaan, cegah berbagai penyakit.
- Kopi tanpa gula, bila dikonsumsi rutin dan secukupnya, tingkatkan sensitivitas insulin dan cegah diabetes tipe 2.
Cukup berapa cangkir kopi sehari?
Badan keamanan pangan Eropa (EFSA) menyatakan bahwa pria sehat boleh minum kopi selama total kafeinnya tidak melebihi 400 mg per hari, jumlah yang setara dengan dua sampai empat cangkir kopi biasa.
Pakar menyarankan menunda secangkir kopi pertama sampai satu jam setelah bangun. Pasalnya, kortisol—hormon pemicu kewaspadaan—masih tinggi di menit-menit awal. Begitu kadarnya menurun, barulah kafein bekerja optimal untuk menambah semangat.
Ditulis oleh Álvaro Richard Real Martínez
