TANGERANG
siber.news | 18 November 2025 – Proyek vital Peningkatan Jalan Akses Sekitar RSUD Kota Tangerang senilai Rp 1,454 Miliar yang didanai APBD 2025, diduga gagal total di tahap awal. Hingga batas waktu kritis 60 Hari Kalender, di lokasi proyek hanya berdiri papan informasi tanpa ada jejak aktivitas fisik, memicu tudingan publik terhadap kontraktor pelaksana, CV Sinar Agam Lestari, sebagai ‘pemain proyek abal-abal.’
Kontradiksi telanjang antara anggaran fantastis dengan realisasi nol di lapangan mengindikasikan pelanggaran serius terhadap tata kelola proyek yang baik. Padahal, alokasi waktu yang singkat menuntut mobilisasi alat dan personel segera setelah tender dimenangkan.
Kemacetan memalukan ini bukan disebabkan masalah teknis kontraktor, melainkan karena adanya dugaan kelalaian perencanaan yang fatal. Berdasarkan informasi di lapangan, proyek jalan ini dijadwalkan bersamaan dengan pembangunan Gedung Parkir RSUD. Akibatnya, proyek senilai Rp 1,4 Miliar itu dipaksa menunggu hingga area steril—sebuah indikasi buruknya koordinasi internal Dinas PUPR Kota Tangerang.
Kontraktor memasang papan proyek saat pekerjaan dipastikan belum bisa dimulai dinilai sebagai penyesatan publik dan upaya formalitas administratif semu, menunjukkan kedalaman perencanaan yang dangkal terhadap infrastruktur vital akses kesehatan.
Jika kelalaian koordinasi ini tidak segera diatasi, dana publik Rp 1,4 Miliar terancam hangus atau berujung pada pengerjaan asal-asalan di penghujung tahun anggaran 2025. Risiko terberatnya, proyek ini akan berakhir mandek total, menjadikannya monumen kegagalan manajemen pembangunan Pemkot Tangerang.
Atas kondisi ini, publik mendesak Dinas PUPR Kota Tangerang untuk segera memberikan pertanggungjawaban. Klarifikasi tegas mengenai status proyek, sanksi bagi CV Sinar Agam Lestari, dan kepastian jadwal mutlak diperlukan untuk membuktikan bahwa anggaran negara tidak disia-siakan hanya untuk mendirikan sebuah papan nama.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi awak media kepada Dinas terkait maupun Kontraktor Pelaksana proyek belum mendapatkan respons resmi.























