Serang, siber.news I Program Normalisasi DI Ciujung wujudkan kerjasama yang harmonis dengan masyarakat sekitar secara makro, pasalnya bukan hanya masyarakat petani saja yang menikmati hasil guna dari proyek tersebut.
Masyarakat selain merasakan hasil saluran air menjadi normal, selain itu juga di masa covid pandemi ini, dengan adanya kegiatan diwilayah sekitar proyek bisa menyerap tenaga masyarakat dalam mengerjakan pekerjaan itu.
Pekerjaan yang bersifat padat karya untuk masyarakat yang terkena dampak covid 19, bahkan mereka yang terkena dampak PHK bisa terserap didalam program ini.
Dengan bersifat dipadat karyakan sehingga memerlukan mandor mandor pekerja yang kita serap dari lingkungan masyarakat sekitar lokasi proyek.
Hal itu dikatakan, Daud dari pelaksana PT. permata Maju Jaya (PMJ) Saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (4/11).
Dalam hal ini kita mengklarifikasi dari berita yang sebelumnya ditayangkan dimedia ini.
” Addendum penambahan waktu 50 hari kalender selain wabah Covid19 dikarenakan juga kendala jalan akses dan kearifan lokal masyarakat yang menggunakan air saluran irigasi sebagai MCK dan kebutuhan sehari hari mereka, ” imbuhnya.
Maka jadwal buka tutup pintu air yang tidak maksimal dan konsisten mempengaruhi metode kerja di lapangan sehingga menjadi kendala atau hambatan.
Selain kendala tersebut diatas, untuk pemulihan ekonomi nasional pemerintah mencanangkan program padat karya.
Pekerjaan yang seharusnya memakai alat berat sebisa mungkin dikerjakan dengan tenaga manusia, dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja lokal yang terdampak PHK atau kesulitan kehidupan karena kebijakan PPKM Darurat Covid19, lanjut Daud.
Selanjutnya Daud berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan dan memelihara pula aset aset pemerintah untuk kepentingan masyarakat ini, sehingga bisa lebih bermanfaat dan berdaya guna lebih maksimal. (dd-siber)























