Siber.News | Pelaksanaan proyek U-ditch yang terletak di Jalan Sukamulya – Lele Raya – Mujaer Beringin Raya, Kelurahan Bambu Apus Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan diduga dikerjakan asal jadi serta mengancam keselamatan jiwa bagi pekerja dan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan, Kamis (19/6) terlihat aktivitas excavator yang tengah beroperasi di lokasi proyek tanpa dilengkapi rambu – rambu K3. Celakanya lagi, pekerja juga tampak tak menggunakan helm, rompi, sarung tangan, sebagai pelindung diri saat bekerja.
Tak hanya itu, di lokasi proyek juga tidak terlihat plang proyek sebagai transparansi publik yang menunjukan identitas proyek tersebut. Ternyata, setelah ditelusuri dan dikonfirmasi kepada pekerja plang proyek tersebut tersimpan di dalam kuburan yang terpagar. Diduga kuat pelaksana proyek menyembunyikan proyek agar tidak diketahui oleh publik.
Diketahui dari plang proyek yang tersimpan di dalam kuburan tersebut ternyata proyek U-ditch ini adalah proyek yang di awasi oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan dengan anggaran Rp. 4.548.800.000,00 dikerjakan oleh PT. Sampurna Indo Perkasa.
Selain itu, di lokasi proyek terlihat Cover U-ditch mengalami retak dan pecah disinyalir kualitas U-ditch tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi kontruksi. Dikonfirmasi Raehan sebagai mandor atau perwakilan dari pelaksana mengatakan bahwa plang proyek disimpan di dalam kuburan disebabkan karena faktor hujan.
” Sebenarnya kemarin itu plang proyek saya mau pindahin, tapi karena hujan terus dibiarkan di kuburan, hari ini saya pindahin,” dalihnya.
Lucunya lagi, saat ditanya soal rambu – rambu dan APD K3, Mandor lapangan ini kembali berdalih karena faktor hujan dan para pekerjanya yang tidak mau mengenakan.
” Tahu sendiri lah kalau tukang, kalau APD di kasih, kalau soal rambu- rambu K3 karena faktor hujan, sebenarnya kemarin rambu-rambu ini mau dipasang,” kilah Raehan di lokasi proyek.
Diketahui pada saat awak media berkunjung ke lokasi proyek tidak terlihat adanya Pelaksana dan Konsultan Pengawas maupun Pelaksana Lapangan dari Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan.
” Kalau Konsultan namanya Sigit, ke sini tiga hari sekali, dan untuk Pelaksana (Faqih)lagi sakit, biasanya setiap hari kesini,” terangnya.
Sementara hingga berita ini di release,awak media, belum mendapatkan tanggapan dari Pelaksana, Konsultan Pengawas dan Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan.
