StudioKctus
Berita  

Pipa Perumda Tirta Benteng Diduga Asal Jadi, Anggaran Besar Tapi Jalan Amblas

Pipa Perumda Tirta Benteng Diduga Asal Jadi, Anggaran Besar Tapi Jalan Amblas
Pipa Perumda Tirta Benteng Diduga Asal Jadi, Anggaran Besar Tapi Jalan Amblas

KOTA TANGERANG

siber.news | Proyek pemasangan pipa air bersih milik Perumda Tirta Benteng (TB) di Jalan Kahuripan Raya, Kecamatan Cibodas, kini menuai protes keras. Proyek ini diduga dikerjakan asal jadi dan menabrak standar prosedur keselamatan publik demi menekan biaya pengerjaan.

Kuat dugaan bahwa kontraktor pelaksana sengaja mengabaikan spesifikasi teknis dalam pemulihan jalan. Fakta di lapangan menunjukkan lubang bekas galian hanya ditimbun tanah tanpa pemadatan beton, yang mengindikasikan adanya dugaan manipulasi kualitas pengerjaan.

Akibat pengerjaan yang disinyalir serampangan tersebut, jalan yang semula kokoh kini berubah menjadi jebakan. Kondisi tanah yang labil membuat permukaan jalan amblas, menciptakan ancaman nyata bagi keselamatan pengendara yang melintas setiap harinya.

Insiden truk pengangkut galon yang terperosok ke bekas galian menjadi bukti tak terbantahkan. Kejadian ini memperkuat dugaan bahwa proses pengurugan dilakukan tanpa pengawasan teknis yang memadai dari pihak konsultan maupun internal Perumda.

Beben, warga yang berada di lokasi, mencurigai adanya praktik pembiaran dalam proyek ini. Ia menilai tidak masuk akal jika jalan beton yang dibongkar hanya dikembalikan dalam bentuk timbunan tanah yang rapuh.

“Kami menduga mereka hanya mau cari untung besar dengan biaya murah. Masa jalan beton diganti tanah? Ini jelas-jelas merugikan masyarakat dan membahayakan nyawa,” ujar Beben dengan nada tinggi.

Selain buruknya kualitas fisik, muncul pula dugaan lepas tanggung jawab dari pihak Perumda Tirta Benteng. Pasalnya, saat terjadi kecelakaan akibat kelalaian proyek, tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang turun tangan membantu korban.

Warga terpaksa mengevakuasi truk yang amblas secara mandiri dan menutup lubang dengan material seadanya. Kondisi ini memperlihatkan betapa lemahnya koordinasi dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dampak pembangunan yang mereka lakukan.

Skandal pengerjaan ini memicu kecurigaan publik terhadap kinerja pengawas internal. Terdapat dugaan adanya “main mata” antara pihak pengawas dan kontraktor, sehingga pekerjaan yang jauh dari standar ini bisa dinyatakan selesai tanpa teguran.

Besarnya anggaran yang digelontorkan sangat kontras dengan realitas di lapangan yang amburadul. Hal ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai ke mana perginya alokasi dana pemulihan jalan yang seharusnya digunakan untuk pengecoran kembali.

Humas Perumda TB, Syarif, saat dikonfirmasi justru menunjukkan sikap yang tidak memberikan kejelasan. Minimnya transparansi ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada yang tidak beres dalam manajemen proyek pipa air bersih tersebut.

Hingga kini, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng tetap bungkam, seolah membiarkan isu miring ini terus menggelinding. Warga mendesak agar pihak berwenang segera mengusut dugaan malapraktik konstruksi ini sebelum jatuh korban jiwa yang lebih banyak.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.