- Jan Ceko dibebaskan dari penjara Venezuela setelah negosiasi intens.
- Menteri Luar Negeri Petr Macinka dan PM Andrej Babiš umumkan pembebasan Jan Ceko di konferensi pers pagi ini.
- Warga Ceko Macinka bebas malam ini sekitar pukul 04:00, kondisinya cukup memuaskan di Caracas.
- Pesawat khusus dari Republik Ceko tiba untuk membebaskan Jan Ceko dari penjara Venezuela.
- Delcy Rodríguez memimpin Venezuela sejak 5 Januari; AS menculik Maduro dan istrinya untuk diadili di New York.
Menteri Luar Negeri Petr Macinka baru saja mengumumkan di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Jan Darmovzal, warga Ceko yang ditahan di Venezuela, akhirnya bisa pulang setelah beberapa minggu negosiasi intensif.
Perdana Menteri Andrej Babiš (ANO) mengapresiasi kinerja para diplomat dan seluruh departemen terkait setelah upaya pembebasan Jan Ceko berhasil. “Saya sangat menghargai kerja keras tim diplomatik kami dan semua pihak yang terlibat,” ujarnya kepada wartawan di gedung Parlemen.
“Setelah beberapa minggu negosiasi intensif, kami akhirnya berhasil mendapatkan pembebasan Tuan Darmovzal dari penjara Venezuela. Dini hari tadi, sekitar pukul empat waktu setempat, dia dibebaskan bersama sejumlah tahanan lain dari Irlandia, Rumania, Jerman, Albania, Ukraina, dan Belanda. Kami langsung mengerahkan pesawat khusus yang sudah siap terbang. Saya juga ingin berterima kasih kepada Pak Zůn, Menteri Pertahanan, yang begadang bersama kami sepanjang malam mengawal proses ini,” ujar Macinka.
Keluarganya sudah berhasil berbicara dengannya lewat telepon. Menurut Macinka, kondisi kesehatan Jan cukup baik, termasuk kondisi psikologisnya. Saat ini dia berada di Caracas.
Venezuela menahan Jan Darmovzal pada September 2024. Ia dituding ikut merencanakan pembunuhan Presiden Nicolás Maduro dan hendak menggulingkan pemerintahan. Kedutaan Ceko membantah tuduhan itu sebagai tak berdasar. Cara yang sama juga dipakai menahan beberapa warga asing lain; menurut LSM Foro Penal, penahanan Darmovzal bersifat politis.
“Situasinya rumit karena kami tak punya kedutaan atau konsulat di Venezuela,” kata Babiš. Ia menegaskan pemerintah Ceko akan mengerahkan segala upaya agar segera memiliki perwakilan di sana, sebab setelah perkembangan terbaru wilayah itu kini dipandang sangat strategis dan kehadiran Republik Ceko di Venezuela menjadi prioritas.
Babiš sempat menyampaikan kasus Darmovzal saat pertemuan puncak di Paris. “Intervensi saya kepada Presiden Macron saat itu terkait keberhasilan Prancis membebaskan warganya sebelum tindakan Amerika dilakukan,” ujarnya. Yang terpenting, lanjutnya, Darmovzal akhirnya bisa lepas dan dalam kondisi sehat.
Venezuela bebaskan 100 tahanan politik
Oposisi Venezuela menyatakan bahwa sekitar 100 tahanan politik dibebaskan dari penjara pada Kamis malam. Sebagian besar merupakan warga negara Venezuela yang, menurut kantor berita EFE, tetap harus memenuhi sejumlah ketentuan hukum meskipun sudah tidak berada di balik jeruji.
Organisasi pemantau HAM Foro Penal mengumumkan bahwa hingga pukul 17.00 pada 15 Januari belum ada satu pun tahanan politik yang dilepaskan sejak sehari sebelumnya. Sebelumnya, antara 25 Desember dan 1 Januari, mereka tercatat telah membebaskan 117 tahanan politik, kemudian pada 8 Januari 84 orang lagi ikut dibebaskan, sehingga totalnya mencapai 201 orang. Namun, Foro Penal memperkirakan masih ada sekitar 800 orang yang terus dipenjara di Venezuela karena menyuarakan pendapat politik.
Presiden sementara Venezuela, Rodriguez, menyatakan bahwa sejak Desember lalu, 406 narapidana yang dipenjara karena melanggar perintah konstitusi telah dibebaskan. Dari jumlah tersebut, 187 orang dibebaskan pada bulan Desember.
Selain Jan Ceko, pembebasan juga menyasar warga Spanyol, Italia, Amerika, Hongaria, Israel, dan Argentina yang sudah lebih dulu keluar dari penjara.
Apakah eks-tahanan dipaksa bungkam soal penjara?
Seperti dilansir EFE pada Kamis (30/5), dua lembaga non-pemerintah di Venezuela menyebut mantan tahanan—termasuk warga asing yang sudah bisa keluar dari negeri itu—wajib menjalani sejumlah ketentuan, antara lain wajib lapor secara berkala, dilarang keluar negeri, dan tidak boleh memberi pernyataan kepada media.
Diego Casanova dari Komite LSM untuk Kebebasan Tahanan Politik di Venezuela (Clippve) mengungkapkan bahwa para tahanan maupun keluarganya sempat diancam agar tak menceritakan secara terbuka kondisi di dalam penjara.





















