Selasa, 20 Januari 2026 20h WIB
JakartaPenjualan Mazda CX-30 2025 mengalami penurunan drastis di pasar AS. Pada tahun 2025, hanya sekitar 56.000 unit SUV kompak ini yang akan dijual, lebih dari 40% dibandingkan dengan penjualan hampir 97.000 unit tahun sebelumnya.
Baca juga:
Penjualan Nintendo Switch 2 tumbuh pesat pada tahun 2025
Meskipun ini tampak mengkhawatirkan, Mazda menekankan bahwa penurunan ini tidak disebabkan oleh kerentanan minat konsumen, tetapi sebagai hasil dari strategi bisnis yang dipikirkan dengan baik.
Mazda CX-30
Foto:
- PT Eurokars Motor Indonesia (EMI)
Baca juga:
SUV ini memiliki nilai jual terbaik
Bukan karena produknya kurang populer
Mazda CX-30 dikenal sebagai SUV kompak dengan reputasi yang kuat. Model ini menawarkan desain elegan yang khas dari Mazda, kualitas interior kelas satu di kelasnya, serta pengalaman mengemudi yang nyaman dan berantakan.
Baca juga:
Chengdong telah menyerahkan 3,7 miliar saham Bumi Resources, dia bukan lagi pemegang saham mayoritas
Dalam hal keselamatan, CX-30 telah secara konsisten memenangkan IIHS Top Safety Pick Award selama beberapa tahun berturut-turut, mengkonfirmasi posisinya sebagai kendaraan yang aman dan kompetitif.
Dengan rekor ini, penurunan penjualan tidak disebabkan oleh kegagalan produk di pasar, tetapi karena Mazda sengaja membatasi penawaran dan distribusi.
Pengaruh Tarif Impor dan Produksi di Meksiko
Salah satu faktor utama untuk keputusan ini adalah ketidakpastian kebijakan tarif impor Amerika Serikat, terutama terhadap kendaraan yang diproduksi di Meksiko.
Mazda CX-30 dipasang di pabrik Mazda di Meksiko, jadi jika aturan bisnis berubah atau persyaratan konten lokal tidak dipenuhi, maka bisa terkena biaya tambahan.
Dalam kondisi ini, Mazda percaya bahwa ada risiko kerugian finansial dalam memproduksi dan menjual CX-30 dalam jumlah besar.
Harga tetap stabil, tapi biaya tambahan meningkat
Meskipun penjualan turun, harga dasar Mazda CX-30 untuk model terbaru tidak meningkat secara signifikan. Namun, konsumen masih harus mempertimbangkan biaya tambahan seperti biaya pengiriman (biaya tujuan), yang cukup tinggi.
Faktor ini membuat Mazda lebih berhati-hati dalam menentukan jumlah unit yang diluncurkan di pasar.
Strategi ini juga konsisten dengan situasi pasar mobil AS, yang menghadapi kenaikan harga mobil baru secara keseluruhan, di mana harga rata-rata kendaraan baru mendekati angka yang lebih tinggi dari tahun ke tahun.
Di sisi lain
Fokus berubah ke SUV lain
