Pandeglang,
siber.news | Karnadi, selaku pengelola Dapur MBG Karyasari, memberikan klarifikasi resmi terkait isu operasional dan dampak lingkungan di wilayah Desa Karyasari. Hal ini didasarkan pada surat pernyataan musyawarah yang telah disepakati bersama perwakilan masyarakat setempat.
Pihak pengelola menegaskan bahwa operasional Dapur MBG berjalan di atas landasan musyawarah mufakat untuk memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar. Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran unit usaha ini tetap selaras dengan kenyamanan lingkungan.
Berdasarkan dokumen kesepakatan tertanggal 22 Januari 2026, berikut adalah Notulen Kesepakatan yang telah disetujui:
Pihak Pertama: Karnadi bertindak sebagai pengelola sekaligus pihak pertama yang memfasilitasi kesepakatan.
Kompensasi Operasional: Disepakati pembayaran biaya sewa dan operasional sebesar Rp100.000 per hari selama masa produksi berlangsung.
Biaya Kebisingan: Pihak pengelola menyepakati adanya biaya kompensasi kebisingan sebesar Rp50.000 per hari.
Wilayah Terdampak: Kesepakatan ini mencakup warga di wilayah Kampung Rancawini, Desa Karyasari.
Legalitas: Pernyataan ini diperkuat dengan meterai resmi sebagai bukti komitmen hukum yang mengikat.
Salah satu poin utama klarifikasi ini adalah transparansi mengenai kompensasi biaya kebisingan yang diberikan secara langsung. Karnadi berkomitmen bahwa kontribusi finansial harian ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada warga terdampak.
Pihak pengelola memastikan bahwa seluruh pembayaran dihitung berdasarkan hari efektif operasi alat di lapangan. Hal ini membuktikan bahwa Dapur MBG sangat memperhatikan detail dampak suara yang mungkin ditimbulkan selama proses operasional.
Seluruh kesepakatan ini telah ditandatangani secara sah pada Kamis, 22 Januari 2026. Legalitas ini menunjukkan adanya itikad baik dan perlindungan bagi semua pihak, baik warga maupun pengelola dapur.
Saksi-saksi dari unsur masyarakat juga turut membubuhkan tanda tangan untuk memperkuat keabsahan pernyataan musyawarah tersebut. Proses ini disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat dari Kampung Rancawini.
Karnadi menyatakan bahwa narasi negatif yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan yang saat ini sudah kondusif. Hubungan antara pengelola dan warga diklaim tetap harmonis melalui jalur komunikasi yang terbuka dan transparan.
Pengelola Dapur MBG berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara lengkap. Pihaknya menjamin bahwa standar operasional akan terus dipantau demi kenyamanan bersama sesuai hasil kesepakatan.
Ke depan, Dapur MBG Karyasari berkomitmen untuk terus menjadi mitra pembangunan desa yang positif. Program gizi yang dijalankan tetap menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan di Desa Karyasari.
Dengan adanya klarifikasi dan poin-poin notulen ini, persoalan kebisingan dan dampak operasional dianggap telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pengelola berterima kasih atas dukungan warga yang tetap menjaga suasana desa tetap produktif.





















