Seorang pria beraksi nekat di tengah hari: ia culik gelang emas milik seorang nenek berusia 98 tahun yang sedang duduk di kursi roda. Kejadian itu terjadi begitu cepat—sang pelaku langsung melarikan diri setelah merebut perhiasan dari tangan sang nenek.
Diterbitkan pukul 04.47 WIB, 16 Januari 2026; diperbarui pukul 05.27 WIB, 16 Januari 2026
Seorang nenek 98 tahun kehilangan gelang emas yang sangat berharga dari lengannya saat sedang duduk di kursi roda.
Polisi tengah menggeledah pusaka keluarga yang berharga setelah kehilangannya di pusat Kota Manchester Sabtu sore. Sementara itu, tiga orang telah ditangkap terkait aksi pencurian tersebut.
Nenek berusia 98 tahun itu sedang duduk di kursi rodanya di Dale Street sekitar pukul 15.30 ketika dua perempuan mendekatinya.
Pelaku sepasang pria dan wanita sengaja mengajak ngobrol nenek yang sedang duduk di kursi roda agar lengah, lalu dengan cepat melepaskan gelang emas dari pergelangan tangannya.
Menurut Polisi Greater Manchester (GMP), gelang emas itu adalah pusaka keluarga yang tak ternilai, diwariskan kepada nenek tersebut oleh ibunya.
Tim menerima laporan serupa di hari yang sama: dua perempuan menghampiri seorang wanita di Oxford Street, tepat di seberang pusat kota.
Satu pelaku berusaha melepas cincin dari jari nenek, sementara rekannya menjaga dan mengawasi situasi, imbuh polisi.
Setelah penyelidikan kasus pencurian gelang emas milik nenek 98 tahun, petugas berhasil menangkap tiga pelaku wanita berusia 27, 33, dan 35 tahun.
Seorang nenek berusia 98 tahun kehilangan gelang emas berwarna hijau yang dipakainya setelah dicuri orang tak dikenal.
Gelang emas kesayangannya belum juga ditemukan; polisi pun mengimbau warga yang mengetahui keberadaannya agar segera melaporkan.
Polisi merilis potret sepotong gelang emas beraksen hijau yang berkelas, agar warga bisa ikut mengenalinya dan membantu menelusuri keberadaannya.
GMP meminta siapa pun yang mengenali pelaku, telah membeli gelang tersebut, atau ditawari gelang serupa untuk segera menghubunginya.
Jika Anda mengetahui keberadaan pelaku, segera hubungi polisi di nomor 101 atau gunakan fitur live chat di gmp.police.uk. Sertakan nomor referensi kejahatan CRI/06A2/0000963/26 agar laporan Anda bisa langsung ditindaklanjuti.
Informasi juga bisa disampaikan secara anonim melalui Crimestoppers di nomor 0800 555 111.
Sementara itu di Manchester, para pelaku kejahatan sengaja membidik pemain dan istri Liga Premier untuk mengambil barang-barang mewah mereka. Barang curian itu kemudian dibawa ke Irlandia dan ditukar dengan senjata serta narkoba.
Seorang pencuri berpengalaman yang diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok ‘Gucci Gang’ dari Dublin kini membidik korban-korban di wilayah Cheshire dan Merseyside.
Mereka diduga bekerja sama dengan jaringan kejahatan asal Albania untuk mencuri barang-barang bernilai tinggi, mulai dari jam tangan mewah hingga perhiasan desainer yang totalnya diperkirakan mencapai £500.000.
Beberapa bintang Liga Premier seperti Jack Grealish, Raheem Sterling, Alexander Isak, dan Alex Oxlade-Chamberlain pernah menjadi korban pencurian di rumah masing-masing. Total kerugiannya mencapai ratusan ribu pound sterling dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, di Eropa Timur, sepasang pencuri yang dijuluki ‘Bonnie & Clyde’ baru saja mencuat: ternyata mereka penipu internasional yang dalam beberapa hari terakhir sudah menyambangi minimal tiga toko perhiasan.
Legenda Rostas, 30 tahun, bersama seorang komplotannya diduga menjadi dalang di balik aksi pencurian dengan modus pengalihan perhatian yang terjadi musim panas lalu. Aksi tersebut menimbulkan kerugian sekitar £7.000 berupa uang tunai, perak, dan arloji Rolex, hingga akhirnya memaksa toko perhiasan independen itu menutup usahanya.
Sebelumnya, pelaku sudah mencuri lebih dari £168.000 dari toko-toko di Amerika Serikat sebelum melanjutkan aksi kejahatannya di Inggris.
Terpidana asal Rumania itu menghadap sidang di Swindon Crown Court awal bulan ini lewat sambungan video dari tahanan. Ia dijatuhi hukuman delapan minggu penjara dan wajib membayar £154 sebagai ganti rugi kepada korban.





















