StudioKctus
Berita  

Penataan Stadion Mini Kosambi Diduga Abal-abal, Warga Desak Aparat Turun Tangan

Penataan Stadion Mini Kosambi Diduga Abal-abal, Warga Desak Aparat Turun Tangan
Penataan Stadion Mini Kosambi Diduga Abal-abal, Warga Desak Aparat Turun Tangan

Tangerang

siber.news | Janji manis akan hadirnya sarana olahraga representatif di Kabupaten Tangerang kini terasa pahit. Proyek “Penataan Stadion Mini Kosambi” senilai Rp 2,5 Miliar yang digelontorkan dari kocek Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), alih-alih menjadi kebanggaan, justru menjelma menjadi “Proyek Siluman” yang carut-marut dan sarat dugaan penyelewengan.

Proyek yang seharusnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini terpantau dikerjakan dengan kualitas sangat mengkhawatirkan dan minim pengawasan, bak proyek kejar tayang tanpa peduli spesifikasi.

Anggaran Jumbo, Kualitas “Receh”: Indikasi Kuat Penyelewengan!

Dana Rp 2,5 Miliar yang dialokasikan untuk perbaikan permukaan lapangan yang tergenang dan penggantian rumput baru ini, berdasarkan pantauan di lapangan, hanya menghasilkan pemandangan yang menyayat hati.

Fakta Mengerikan di Lokasi:

Pemasangan Rumput Abal-Abal: Rumput baru dipasang di area yang masih tergenang air, suatu praktik teknis yang sama sekali tidak dibenarkan dan dipastikan akan merusak rumput dalam waktu singkat.

Dugaan Ganti Jenis Rumput: Jenis rumput yang ditanam diduga tidak sesuai dengan yang tertera dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), memunculkan pertanyaan besar ke mana selisih dana dari spesifikasi material yang lebih mahal mengalir.

Pelanggaran K3 Fatal: Para pekerja di lapangan telanjang APD (Alat Pelindung Diri), terang-terangan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan dan standar keselamatan kerja yang wajib tercantum dalam setiap kontrak proyek pemerintah.

Transparansi Nol, Papan Proyek “Menghilang”!

Satu hal yang paling mencolok dan menguatkan label “Proyek Siluman” adalah lenyapnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Hilangnya papan ini secara nyata telah melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik dan menunjukkan gelagat tertutup dan mencurigakan dari pihak pelaksana dan dinas terkait.

Masyarakat setempat mempertanyakan: Proyek Rp 2,5 Miliar ini milik siapa? Siapa kontraktor pelaksananya? Mengapa informasi publik mendadak menjadi rahasia negara?

Kepala Bidang Membisu Bak Tertelan Bumi!

Kinerja Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang kini menjadi sorotan tajam. Mereka dinilai lalai dan membiarkan pemborosan uang rakyat di depan mata.

Ketika dikonfirmasi, Deky, Kepala Bidang Pembangunan pada DTRB Kabupaten Tangerang, memilih bungkam seribu bahasa. Panggilan telepon dan upaya konfirmasi awak media tidak digubris hingga berita ini diturunkan.

Sikap diam ini kian menebalkan dugaan publik tentang adanya “main mata” atau praktik jual beli proyek di balik tirai dinas tersebut. Identitas kontraktor pelaksana pun hingga kini misterius.

“Sikap diam dinas itu mencurigakan! Ini uang rakyat, bukan uang pribadi pejabat. Kami menduga ada mark-up atau pembiaran terhadap pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Di mana fungsi Inspektorat dan konsultan pengawas? Mereka seperti mati suri!” tegas salah seorang warga setempat yang geram.

Desakan Masyarakat: Aparat Hukum Wajib Turun Tangan!

Masyarakat Kabupaten Tangerang kini mendesak aparat penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian) untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi total. Proyek yang seharusnya membawa manfaat justru berpotensi menjadi sarang korupsi jika dibiarkan.

Tarik-menarik kepentingan di proyek ini harus dihentikan. Jangan biarkan uang rakyat terus-menerus digerogoti oleh oknum tak bertanggung jawab yang berlindung di balik Proyek Siluman! (*/Tohang).

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.