StudioKctus
Berita  

Pelaksana Proyek Jalan Bouroq-Lio Baru Diduga Kurangi Volume Besi

Pelaksana Proyek Jalan Bouroq-Lio Baru Diduga Kurangi Volume Besi
Pelaksana Proyek Jalan Bouroq-Lio Baru Diduga Kurangi Volume Besi

siber.news | Proyek Rekontruksi Jalan (Rigid Pavement) Pelebaran Jalan Bouroq – Lio Baru (Lanjutan) bersumber dari APBD tahun 2025 diawasi oleh Dinas PUPR Kota Tangerang diduga terdapat kejanggalan dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan pantauan awak media siber.news di lokasi pada 20 Mei 2025 malam jalan itu, terlihat Truk Mixer (TM) dari PT. Agung Beton Persada Utama, mengerjakan cor ready mix secara berkala di Jalan Bouroq – Lio Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Dikonfirmasi, Alip sebagai Konsultan supervisi mengatakan, slump test saat pengcoran tidak harus per TM. Kecuali kata dia, terdapat selisih waktu antar TM terlalu lama.

“Slump test harus, di saat pengecoran, tapi tidak harus per TM (Truk Mixer) di slump. Kita lihat waktu datang truk. Kecuali selisih jauh waktu, misalnya 2 jam baru di slump ulang. Loading beton per TM di plantnya diwaktu sama,” kata dia, sambil melihat surat jalan pengiriman beton, dan menunjukan slump test berdiameter 10 cm di aplikasi ponselnya.

Saking sulitnya, konfirmasi berulang kali, diakhir saat ditanya volume jalan, singkat Alip, dia mengatakan lebar jalan sekitar 3,95 meter – 4 meter dan ketinggian beton 30 centimeter dengan jarak segmen 5 meter, mutu FS 45 fast track 3 hari.

Sementara pelaksana, Subhan, saat hendak ditanya, malah mempertontonkan sikap cuek dan tidak mau tau, terlebih ketika hendak ditanya, pelaksana itu lebih memilih pergi dari lokasi awak media.

Selama pengecoran berjalan, sebanyak 11 Truk Mixer (TM) terpantau, ketika diminta untuk mencoba slump test ulang satu TM saja. Mereka semuanya, memilih tidak mau menunjukan. Bahkan, konsultan, Alip saat diminta uji slump satu TM saja terkesan tidak profesioal saat bekerja.

” Soal slump, ke pelaksana saja biar enak arahnya, nanti pelaksana yang eksekusi ke plant,” kata Alip melalui pesan teleponnya.

Di akhir, Jarkasih sebagai teknisi beton dikonfirmasi, dirinya mengatakan tergantung dari permintaan pihak konsultan dan pelaksananya. ” Soal uji slump, kita tergantung permintaan dari konsultan,” kata dia.

Jarkasih mengklaim, dengan mengandalkan Visualnya, kadar kekentalan beton pada setiap per Truk Mixer pada proyek ini akan memiliki hasil yang sama. ” Beton ini sudah sesuai, ada takaran, ukuran dan prosedur, kalau dari Visual kita beton sudah masuk, dan alat uji slump lengkap,” pungkasnya.

Jarkasih mengatakan volume beton per truk mixer nya, memiliki volume 7.0 meter perkubik. Dalam satu Truk Mixer tersebut di perkirakan tiga kali loading.

” Jujur aja di plant kita ada satu mesin, satu kali loading itu, volumenya 2,5 meter perkubik. Jadi dalam satu truk tidak bisa di satukalikan loadingnya,” paparnya.

Volume Pembesiaan di Proyek Jalan Bauroq – Lio Baru Terindikasi Dikurangi, Ketum GMAKS Angkat Bicara

Pembesiaan pada proyek Jalan Bauroq – Lio Baru (Lanjutan), di lokasi yang terpantau media siber.news yaitu nampak dugaan adanya pengurangan besi dowel. Indikasi itu terlihat dari jarak antar besi dowel tidak beraturan pada sambungan tengah beton.

Diketahui pekerjaan ini, dikerjakan oleh pihak rekanan dari CV. Cahaya Nusantara sebesar Rp.4.427.324.000,00– yang bersumber dari APBD Kota Tangerang 2025.

Kurang lebih sepanjang 150 meter, pembesian itu terpantaunya, ditengah pengecoran ready mix. Tulangan besi dowel itu pada setiap segmen (jarak) 5 meter, masing – masing sambungan tengah beton hanya memiliki dua belas (12) batang besi dowel.

Dengan volume lebar jalan 4 meter, mestinya besi dowel sambungan tengah yaitu berjumlah 16 batang (jarak dowel 250 mm) dan jika jarak dowel 300 mm, jumlah besi dowel sebanyak 13 batang. Selain itu, sambungan pengikat atau besi tie bar juga disinyalir tidak ada.

Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) saat dimintai komentarnya. Saeful Bahri, kembali berkomentar, dikatakan bahwa kontraktor tidak boleh mengurangi spesifikasi yang sudah ditentukan dalam kerangka acuan kerja (KAK).

” Volume besi (kg) dan volume beton (M³), harus sesuai RAB, tidak boleh dikurangi, jika itu dilakukan, maka hasil konstruksinya tidak maksimal, dan akan berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Ketum GMAKS.

Saeful Bahri juga meminta kepada aparat penegak hukum setempat. Khususnya, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Tangerang Kota untuk segera mengambil langkah tegas terhadap kontraktor – kontraktor nakal yang diduga sengaja mengurangi spesifikasi kontruksi.

” Kami meminta kepada Kejaksaan dan Kepolisian Polres Tangerang Kota, untuk turun tangan melakukan investigatif terhadap kontraktor nakal. Terutama CV. Cahaya Cemerlang yang diduga sengaja mengurangi volume demi mendapatkan keuntungan besar,” tandasnya.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.