Pasukan khusus Manipur bersama Assam Rifles menyerbu dan menghancurkan markas-markas kelompok pemberontak United Kuki National Army (UKNA) yang bersembunyi di hutan pegunungan Churachandpur, Manipur. Operasi ini merupakan bagian dari upaya menekan kekerasan etnis yang terus bergolak di wilayah tersebut. UKNA—yang tidak tergabung dalam perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah pusat—diketahui memiliki basis tidak hanya di Manipur, melainkan juga di seberang perbatasan, Myanmar.
Sumber otoritatif menyebut pasukan komando dan Assam Rifles menerjunkan helikopter untuk mengepung hutan di wilayah Churachandpur. “Operasi gabungan ini menargetkan jaringan UKNA yang sengaja menebar ketegangan dan menghambat upaya normalisasi. Sejumlah kadernya diduga menyerang rumah-rumah hasil program pemukiman kembali pengungsi internal tahap pertama Pemerintah,” ujar petugas yang mengetahui penyelidikan. Penyisiran dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat pagi.
Kerusuhan antar-etnis Meitei dan Kuki meletus Mei 2023. Hingga kini, insiden itu menewaskan sedikitnya 260 orang dan memaksa sekitar 60.000 warga mengungsi. Mayoritas Meitei bermukim di dataran lembah Imphal, sementara Kuki di kaki bukit. Sejak kekerasan meletus, kedua kelompok menarik diri ke wilayah masing-masing. Meski ribuan aparat keamanan dikerahkan, bentrokan masih terjadi sporadis.
Pemerintah mulai menempatkan kembali para pengungsi secara bertahap sejak bulan lalu. Mereka yang rumahnya hanya rusak sebagian menjadi prioritas pertama. Selanjutnya, pada tahap kedua, pemerintah akan menugaskan keluarga-keluarga yang masuk program perumahan unggulan Union. Sementara itu, pengungsi yang sejak awal kerusuhan berlindung ke lembah atau bukit akan dipulangkan pada tahap ketiga.
Dalam sebulan terakhir, kelompok bersenjata Kuki sudah dua kali menembaki wilayah dekat tempat pengungsi baru dipindahkan ke Tahap I.
