StudioKctus
Berita  

Orang Tua Kecewa Anak Diminta Pindah dari SMPN 1 Mandalawangi

Orang Tua Kecewa Anak Diminta Pindah dari SMPN 1 Mandalawangi
Orang Tua Kecewa Anak Diminta Pindah dari SMPN 1 Mandalawangi

Pandeglang
siber.news | Bani sebagai orang tua murid SMP Negeri 1 Mandalawangi, menyampaikan kekecewaan atas keputusan pihak sekolah yang tidak mengizinkan anaknya bersekolah di SMP Negeri 1 Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

” Anak saya Loka Manik Mayasari, naik ke Kelas 9, tak boleh bersekolah lagi di SMP Negeri 1 Mandalawangi, bahkan pihak sekolah malah meminta anak saya pindah ke sekolah lain yang lokasinya lebih jauh dan sulit di jangkau,” kata Bani, Senin 14 Juli 2025.

Menurut ayahnya, Bani, Loka diminta pindah karena memiliki tingkat ketidakhadiran yang tinggi pada semester pertama. Namun, ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi bukan karena kelalaian, melainkan karena situasi keluarga yang sedang sulit.

“Waktu itu istri saya baru melahirkan dan belum pulih, sehingga tidak bisa mengantar Loka ke sekolah. Sementara transportasi dari rumah ke sekolah sangat terbatas. Pagi hari hanya ada satu angkot dan sering penuh, jadi anak-anak yang tak kebagian harus kembali ke rumah. Saya juga jarang di rumah karena bekerja,” jelas Bani.

Meski demikian, Bani menjelaskan bahwa Loka tetap meminta izin melalui grup sekolah kepada wali kelasnya setiap kali tidak bisa hadir. Saat pembagian rapor pada 21 Juni 2025, sang ibu datang ke sekolah dan memohon agar Loka tetap dapat bersekolah. Namun, permohonan itu tidak dikabulkan, meskipun wali kelas sudah berupaya membantu dengan menyampaikan langsung kepada Kepala sekolah. Keputusan akhirnya diserahkan ke bagian kesiswaan, dan hasilnya tetap menolak Loka untuk melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Mandalawangi.

“Sebelumnya, saya juga sudah datang ke rumah kepala sekolah pada 13 Juli 2025. Saya sampaikan langsung bahwa saya siap membuat pernyataan tertulis sebagai jaminan. Bahkan saya sampaikan, kalau ini terjadi lagi, saya tidak keberatan anak saya dipindahkan. Tapi mereka tetap menolak,” ungkapnya

Yang lebih mengecewakan, menurut Bani, sekolah tidak pernah memberikan surat peringatan atau pembinaan sebelumnya, serta tidak mengeluarkan surat resmi mengenai keputusan tersebut. Lebih jauh, sekolah hanya menyarankan agar Loka pindah ke SMPN 2 atau SMPN 3 Mandalawangi, yang jaraknya jauh lebih sulit dijangkau dari tempat tinggal mereka.

“Jika sekolah tujuan lebih dekat dan memudahkan, kami tentu bersedia. Tapi ini justru menyulitkan dan seolah melepas tanggung jawab, bukan memberi solusi,” tambahnya.

Berdasarkan, keterangan anaknya, ketika datang ke sekolah tadi pagi hari Senin 14 Juli 2025, namanya tidak terdaftar di daftar nama kelas. Sehingga anaknya hanya duduk di teras sekolah.

” Anak saya belum memiliki ruang belajar di kelas 9, sehingga setengah hari hanya duduk di teras sekolah,” terangnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang dapat segera turun tangan untuk menyikapi keputusan yang dinilainya tidak adil tersebut. “Kami hanya ingin anak kami diberi kesempatan. Pendidikan seharusnya membina, bukan menyingkirkan. Anak kami bisa memperbaiki diri jika diberi ruang,” tutupnya.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan dari pihak SMP Negeri 1 Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.