Ketua Oposisi Odisha dari Partai Biju Janata Dal (BJD), Naveen Patnaik, pada Kamis menendang dua anggota legislatifnya—Arvind Sanatan Mahakud dan Arabinda Mahapatra—karena diduga bergerak melawan partai.
Mahakud, mantan anggota parlemen dua periode dan terkaya di antara anggota legislatif di negara bagian itu, sebelumnya sudah disanksi beberapa bulan lalu. Februari tahun lalu, Patnaik memanggilnya untuk menanyakan alasan absen dalam rapat fraksi BJD dan sempat menyinggung apakah ia datang ke gedung parlemen sekadar untuk menemui Ketua Menteri Mohan Majhi. Puncaknya, Mahakud terang-terangan mengkritik kebijakan pemerintahan BJD dalam pertemuan umum yang juga dihadiri Majhi.
Sumber-sumber di internal partai menyebut, Mahapatra ditangguhkan karena ayahnya, Bijay Mahapatra, diduga turut mendekati sejumlah pimpinan BJD yang kini berseberangan dengan Naveen Patnaik. Tujuannya, membentuk front ketiga dengan membubarkan BJD yang baru saja kehilangan kekuasaan di Odisha usia 24 tahun memimpin. Langkah ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi kader BJD lain yang masih membantah keputusan Patnaik.
Dibya Shankar Mishra dari BJD menyatakan, pimpinan partai tak main-main soal tindakan anti-partai. “Keputusan pemecahan selalu didasari bukti dan pertimbangan matang. Dua anggota parlemen ini terbukti merusat soliditas partai,” tegasnya.
Mahapatra mengaku tak menyangka dipecat. Ia menegaskan tak pernah bicara menentang pimpinan atau memperkeruh suasana partai. “Saya bingung aktivitas ‘anti-partai’ apa yang dilakukan. Saya ingin bertemu pimpinan untuk meminta penjelasan pastinya,” katanya.





















