siber.news — Aksi Jilid II Koalisi Aksi Rakyat (Koar) Banten mengguncang kantor pusat Bank Banten di Jalan Veteran, Kota Serang.
Layanan perbankan lumpuh total, nasabah tak bisa masuk, dan tuntutan pencopotan jajaran direksi menggema di tengah orasi, joget, dan bacakan massa aksi.
Sekitar pukul 11.30 WIB, ratusan massa tiba dan langsung menggelar aksi teatrikal: makan bersama di depan gerbang, orasi lantang, hingga karaoke dan tarian sebagai simbol perlawanan. Kantor Bank Banten pun berubah menjadi panggung protes rakyat.
“Kami menuntut transparansi atas kredit macet Rp247 miliar yang belum jelas hingga kini. Apakah uangnya sudah dikembalikan ke negara atau belum? Kalau belum, kenapa?” tegas Koordinator Koar, Rahmat Gunawan.
Ia juga menyoroti permintaan penyertaan modal Rp1,7 triliun dari Pemprov Banten, yang dinilai janggal karena belum ada kejelasan soal kondisi keuangan bank.
Gunawan menyebut janji bukti dari audiensi sebelumnya tak kunjung dipenuhi, menandakan ketidakbecusan direksi.
“KUB dengan Bank Jatim pun tak transparan. Modal inti masih kurang Rp1,3 triliun. Tapi publik tak tahu siapa pemegang saham pengendali sekarang—Pemprov atau Bank Jatim?” tambahnya.
Koar Banten mendesak Gubernur Andra Soni segera mencopot Komisaris dan Dirut Bank Banten, yang dinilai anti kritik dan lari dari tanggung jawab.
“Kami akan gelar Aksi Jilid III dengan massa lebih besar jika tuntutan tak dipenuhi,” ancam Gunawan.
Sementara itu, dampak aksi langsung terasa. Seorang nasabah wanita yang tak bisa masuk ke kantor bank menyatakan akan menarik seluruh dananya.
“Gak bisa masuk ya mas. Besok saya tarik semua uang saya kalau begini terus,” ujarnya.
