Dari kiri: Rico Adi Utama, Sugeng, Yusianto Ula dan Muchtar WS.
Oleh : RICO ADI UTAMA
Sejak digagasnya Forum Wartawan Kota Arang (FORWAKA) beberapa bulan yang lalu antara Saya dengan Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Sawahlunto, kemudian berlanjut menjadi diskusi kelompok terbatas di Lapangan Segitiga (Lapseg), yang dihadiri oleh beberapa orang wartawan; Datuak Enggodaus, Yusianto Ula, Rina Yosefin, Muchtar WS dan Saya sendiri.
Dua isu yang menjadi cikal bakal, menyertai kelahiran FORWAKA hanya berkutat pada dua hal, diantaranya; Pendidikan Jurnalistik (internal – eksternal) dan Sosial (internal – eksternal).
Saya menginginkan, jika FORWAKA ini nyata nantinya, anggota yang tergabung didalamnya adalah para penulis handal yang akan ditempa seiring perjalanan organisasi tersebut.
Harapannya lagi, FORWAKA mampu menjadi mitra yang kuat dan bermanfaat bagi instansi dan koorporasi yang ada di Kota Sawahlunto. Intinya, tentu saling memberi manfaat.
Kendati, FORWAKA sebagai gabungan komponen jurnalis, mampu menjadi corong independen yang membangun dan mitra – mitra tentunya juga bersedia berkontribusi demi kemajuan FORWAKA kedepannya.
Baru saja, sebagaimana perbincangan Saya dengan Kakanda Yusianto Ula, Bapak Muchtar WS dan salah satu personil Intelkam Polres Sawahlunto, Rabu (11/12/2019); bahwa FORWAKA harus mampu menawarkan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi anggotanya.
Semoga kelahiran FORWAKA, yang seolah sudah menjadi embrio berusia 8 bulan, kini tinggal masa kelahirannya secara yuridis sekitar usia kelahiran 9 bulan 10 harinya. Dan disambut dengan kegembiran Insan Pers/ Jurnalis di Kota Sawahlunto yang se-visi dan se-misi dengan FORWAKA. Semoga…!
