StudioKctus
Berita  

Ketua LMDH Rimbamulya Diduga Menimbun Benih Kedelai Bantuan

gambar ilustrasi
Akibat tidak transparan Apit sebgai Ketua Kelompok LMDH, dengan tidak membagikan benih serta uang pemeliharaan bantuan kedelai seluas 300 hektar dirinya diancam dilaporkan oleh anggotanya sendiri
Penulis: Irfan bulle
SBNews.co.id – Lebak,  kuota benih dan anggaran untuk 300 hektar lahan penanaman kedelai yang didanai oleh pemerintah pusat, yakni Kementerian Pertanian dan Perkebunan untuk kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimbamulya di desa Girimukti kecamatan Cilograng kabupaten Lebak dipertanyakan anggota kelompok penerima, hal ini akibat  ketidak transparanan dan diduga benih kedelai itu ditimbun  Ketua kelompok.

Diungkapkan Lodong warga kampung Warudoyong desa Girimukti kecamatan Cilograng  kabupaten Lebak, pihaknya  salah satu anggota penerima manfaat dalam daftar LMDH itu, Ia merasa sangat kesal dan kecewa atas  sikap Ketua kelompok yang tidak trasparan terhadap anggota kelompoknya perihal program swasembada kedelai yang diterima oleh kelompok LMDH Rimbamulya itu.

 “Saya heran terhadap Ketua LMDH Rimbamulya yang bernama Apit, yang sampai saat ini saya sebagai anggota LMDH desa Girimukti tidak pernah merasakan adanya bantuan bibit kadelai yang katanya sudah turun dan ada dana yang harus direalisasikan kepada anggota kelompok, ternyata kelompok LMDH hanya di jadikan modal untuk memperkaya diri saja,” ungkapnya.

“saya warga masyarakat sangat berharap agar bantuan tersebut tepat sasaran jangan hanya untuk memperkaya diri sendiri,” tambah Lodong kepada wartawan.

Sementara itu, Karnali Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Cilograng saat dikonfirmasi membenarkan keberadaan LMDH Rimbamulya selaku penerima Program Tanam Kedelai dengan luas lahan 300 hektar.

“Kuota Lahan untuk LMDH Rimbamulya seluas 300 hektar, yang mana dana yang ditransfer ke rekening LMDH tersebut perhektar 1.200.000 untuk pembelian benih pestisida dan pupuk,” dikatakannya, Senin 19/02/2018.

“Untuk benih di kalkulasi perhektar 50 kg dengan harga pasaran Rp.13.000 perkilogram kedelai, yang dipesan dari penyedia atau suplier yang di tunjuk,” tambah Karnali.

Jika dikalkulasi, 300 hektar yang diajukan untuk tanam kepada pemerintah pusat didanai sebesar Rp. 1.200.000 atau kurang lebih 360.000.000 dana ditransfer melalui  rekening LMDH Rimbamulya Desa Girimukti Kecamatan Cilograng ini.

Terpisah Suparman mengungkapkan hal yang sama, dirinya berharap agar saudara Apit selaku ketua LMDH dapat transparan merealisasikan program tanam kedelai tersebut kepada anggota penerima manfa’at agar harapan pemerintah merealisasikan swasembada kedelai bisa terwujud.

“Kami anggota LMDH tidak suka dengan ketidaktransparanan saudara Apit, yang sampai saat ini belum juga merealisasikan bantuan tersebut, padahal program swasembada kedelai merupakan program pemerintah untuk swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah pusat,” kesal Suparman, salah satu anggota kelompok LMDH Rimbamulya desa Girimukti kecamatan Cilograng.

Suparman berharap, Kementrian Pertanian dan Perkebunan beserta penegak Hukum dapat segera mengevaluasi dan mengambil langkah kongkrit mengungkap dugaan penggelembungan (Mark-up) kuota kedele dan dugaan penyimpangan program tersebut, pungkasnya.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.