Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menempatkan 16 negara dalam daftar pengawasan khusus, termasuk Turki dan Dubai. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan perlindungan warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.
Artikel ini pertama kali tayang pada Sabtu, 16 Januari 2026, pukul 05.04 WIB, dan diperbarui pukul 07.00 WIB di hari yang sama.
Kementerian Luar Negeri Inggris baru saja menerbitkan peringatan darurat bagi warganya yang berencana berlibur ke 16 negara. Fokus kekhawatiran adalah kawasan Timur Tengah dan sekitarnya yang setiap tahunnya disambut ratusan ribu turis asal Inggris. Destinasi-destinasi populer seperti Turki, Dubai, Siprus, dan Mesir ikut masuk daftar pantauan. Lonjakan ketegangan bermula saat Iran tanpa pemberitahuan menutup seluruh ruang udaranya untuk penerbangan komersial dini hari Kamis. Langkah itu diambil seusai sengketa antara Teheran dan Washington soal penindasan protes di dalam negeri. Akibatnya, puluhan penerbangan internasional harus memutar rute ke utara dan selatan mengelilingi Iran, memicu keterlambatan global. Sekitar pukul 07.00 waktu setempat, otoritas Iran membuka kembali wilayah udara dan lalu lintas domestik perlahan pulih. Sebelumnya, Iran juga sempat menutup ruang udaranya selama konflik 12 hari dengan Israel pada Juni lalu. Dalam pernyataannya, Kemenlu Inggris menegaskan bahwa risiko ketegangan regional sedang meningkat. “Eskalasi dapat menimbulkan gangguan perjalanan serta dampak tak terduga lainnya,” bunyi peringatan yang dikeluarkan Kamis, 15 Januari.
Kementerian Luar Negeri Inggris mewanti-wanti warganya yang hendak berlibur ke 16 tujuan, salah satunya Dubai, agar meningkatkan kewaspadaan karena ketegangan di kawasan Timur Tengah kian memanas.





















