![]() |
| Ali Yusuf,S.Pt |
parlemen Sawahlunto, ketika Ali Yusuf menjabat Ketua DPRD waktu itu. Hampir
saja kami berdua berurai air mata, karena harunya cerita masa lalu sang
politisi Golkar tulen ini.
(Ali Yusuf) dibesarkan oleh Sang Ibu yang tangguh, dengan berbagai cara dan
pahitnya keadaan ekonomi. Setiap pagi, Ali Yusuf beradik kakak dibekali dengan
sebutir telor, sebelum Sang Ibu berangkat mengais rejeki ke sawah padi orang.
Ali Yusuf kecil dibesarkan, hingga Ia berhasil lolos di Universitas ternama di
Kota Padang, Universitas Andalas (UNAND). Ia pun membeberkan, bahwa di Padang
pun Ia tidak tinggal diam menopang biaya kuliahnya, dengan bekerja sebagai kuli
bangunan. Terkadang, ada tambahan uang belanja dengan bermain bola ke beberapa
daerah, termasuk di Pariaman, Kampung Halaman Sang Istri, Yenny Halil.
ada acara pertandingan bola di Sawahlunto, Ia pun pulang ke Sawahlunto,
kemudian kembali ke Padang dibekali oleh Sang Pelatih dan Guru Olahraganya
diwaktu SD beberapa rupiah sebagai bekal belanja di Padang.
cerita Ali Yusuf pun masuk ke dunia politik bersama Partai Golkar, yang
akhirnya menjadi partai kesayangannya. Sebab, Ali Yusuf kepada saya pernah
menyampaikan, “Jika saja kulit ini disayat, maka darah yang keluar akan
berwarna kuning,” gubahannya, sebagai bentuk kecintaan Ali Yusuf terhadap
Partai Golkar.
hanya keberhasilan politik Ali Yusuf, yang menjadi Anggota DPRD sekian periode
hingga Ketua DPRD Kota Sawahlunto dan Walikota Sawahlunto, Ia pun memiliki
cerita sedih dan duka yang terkadang membuatnya hampir menangis, bercerita
dengan saya.
terkadang merasa sendiri, politik itu memang alot. Tetapi, itulah politik, kita
harus extra sabar menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk ketidaksenangan
lawan politik dan pembunuhan karakter,” ungkapnya kepada saya.
masih banyak cerita bersama Ali Yusuf kepada saya. Namun, singkatnya saya
menilai, Ia memang seorang pejuang tangguh dan pria gigih. (Oleh: Rico Adi Utama)
