Tangerang
siber.news | Gelombang kecurigaan publik mengarah tajam ke jantung pejabat di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang. Aroma menutup diri, menandakan buruknya kualitas pejabat di lingkungan dinas tersebut.
Sorotan itu, bermula dari kedatangan team LSM KCBI ke Dinas BMSDA untuk melakukan audensi membahas persoalan pembangunan Jalan Jatake – Babakan, yang dikerjakan asal jadi dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Diketahui proyek pembangunan jalan Jatake – Babakan yang terletak di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang,bersumber dari APBD 2025 dengan nilai kontrak Rp. 1.907.364.000,00 dikerjakan CV Putra Birrul Walidain
Holida Nuriah ST, Ketua Bidang Investigasi LSM KCBI, mengaku kecewa terhadap Dinas BMSDA yang tidak paham administrasi. Mestinya, kata dia ketika ada reschedule, pihaknya mendapatkan tembusan secara tertulis.
” Kami melayangkan surat audensi tidak mendadak,ada jeda waktu berhari – hari, jangan sampai ngerjain orang, setelah tiba di dinas, mereka bilang di schedule kan kembali dengan waktu yang tidak jelas,” kata Holida dengan penuh rasa kecewa. Minggu (5/10).
Holida mendesak Bupati Tangerang untuk mengevaluasi kinerja seluruh pejabat yang ada ditubuh BMSDA, sebab pihaknya menilai mereka tidak becus dalam beradministratif.
” Kami meminta kepada Bapak Bupati, demi menjaga Good Government di Pemkab Tangerang, evaluasi pejabat di DBMSDA yang tak becus bekerja,” tambah dia.
Pada saat itu, Sekdis BMSDA, Endang menghubungi perwakilan dari LSM KCBI yang akan beraudensi,mengatakan bahwa Kepala dinas sedang bertugas di luar kantor, sehingga tidak bisa beraudensi. ” Nanti kita hubungi, soal waktu terserah kapan kira – kira,” kata Sekdis dengan janji manisnya.
Kabar audensi tak jelas, saat dihubungi, Thoriq dari bagian resepsionis BM itu mengatakan, dirinya belum mengantongi schedule audensi dengan LSM KCBI.
” kalo itu saya belum tau pak karna biasanya yang menghubungi ke bapak staff nya, kemarin nomor bapak sudah saya kirim ke staff pak kadis jadi kemungkinan yang akan langsung menghubungi staff pak kadis langsung,” kata Sekdis saat ditanya soal jadwal audensi.
Sekdis itu,mengatakan bahwa dirinya hanya mendistribusikan surat ke loket agar sampai ke meja Kadis, jadi kata dia, untuk audensi dirinya sudah meminta staff Kadis untuk menghubungi perwakilan dari LSM KCBI.
” mohon maaf pak kalo untuk ketemu pa kadis saya juga kan ngga ada wewenang untuk menjanjikan kapan bisa ketemu nya karena saya juga tidak tau jadwal pak kadis ada di kantor atau tidaknya,” imbuhnya.























