StudioKctus
Berita  

Karang Taruna dan Kecamatan Mesuji Timur Galakkan Cegah Tindak Kriminalitas Bersenjata

Saat Dialog Terkait Pencegahan Tindak Kriminalitas Bersenjata
Penulis : Agus Rahardja
SBNews Mesuji – Karang Taruna bersama Kecamatan Mesuji timur hari ini Sabtu 23 September 2017 pkl 09:00 wib Mesuji melaksanakan kegiatan dialog bersama warga terkait dengan pencegahan tindak kriminalitas bersenjata yang yang saat ini tengah hangat di di perbincangkan, Dengan mengusung tema ” kita tingkatkan kesadaran hukum demi terciptanya Mestim yang kondusif” 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pariman, SP, MM (Camat Mestim),Iptu pol M.Ataka (Kapolsek Mestim),Serka Hasanudin Batibung Rayon Militer 0426-01 Mesuji) Mestim,Para Kades Se- Kecamatan Mestim,Para Babinkamtibmas  dan Babinsa Mestim,Ketua Karang Taruna Kec.Mestim, Para ketua BPD Mestim,Linmas Desa TM dan TMR Mestim serta Tokoh masayarakat, tokoh Pemuda, tokoh adat dari 20 Desa di kecamatan mesuji timur  serta ratusan masyarakat wilayah setempat 
Sementara ketua Karang Taruna Agus Riyanto,SE dalam sambutannya menyampaikan  Bahwa acara ini  terselenggara atas kerja sama antara karang taruna dan pihak kecamata  Mestim selain itu acara ini juga mengingatkan Betapa pentingnya acara ini mengingat begitu maraknya penggunaan senpi ilegal di mesuji, Semoga kedepan dengan adanya kegiatan ini akan menjadikan kecamatan  Mesuji timur Menjadi kecamatan yg kondusif dan aman  saya sebagai ketua karang taruna mengajak Mengajak kepada  seluruh lapisan masyarakat dan pemuda untuk bersama sama mengikuti kegiatan ini dan dapat menjaga stabilitas keamanan dan bisa menjaga situasi yang aman dan kondusip.
Di tempat yang sama hal senanda juga di sampaikan Camat Mesuji timur pariman.SP
‘ saya berterima kasih atas undangan karang taruna yang telah menyelenggarakan kegiatan ini  saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat kecamatan mesuji timur untuk pencegahan tindak kriminal selain itu tindak kriminal sajam ini bisa dicegah oleh kita sendiri aebagai masyarakat, pentingnya kesadaran hukum terhadap diri untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. 
Apa lagi untuk wilayah mesuji timur ini seperti kita ketahui bersama keterbatasan anggota adalah salah satu kendala dalam melakukan pencegahan dan tindakan terhadap penanganan tindak kriminalitas bersenjata yang saat ini marak terjadi di kabupaten kita, 
Degan kata lain Pentingnya sebuah kesadaran hukum dalam prilaku kita dalam kehidupan bermasayarakat sangat diperlukan agar sebuah negeri menjadi negeri yang aman dan kondusip serta sejahtera, melalui dialog ini mudah mudahan para peserta yang hadir bisa menularkan hasilnya kepada masyarakat di wilayahnya bahwa betapa bahaya dan sangat riskan menggunakan senpi yang bukan peruntukannya, Silahkan bapak bapak dan sdr sdr utk bertanya kepada para nara sumber agar kita bisa menarik kesimpulan dan bisa menerapkan dan menularkan kepada masyarakat. Jelas pariman
Sebagai penutup sambutan, kapolsek mesuji timur Iptu pol M.Ataka  meminta kepada seluruh Masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga, kita perlu melindungi dirinya dengan kesadaran hukum karna negara kita adalah negara hukum dan menjunjung tinggi nilai nilai hukum,Bahwa tindak pidana itu adalah sebuah pelanggaran hukum sebuah sipat tercela yg pantas di tindak sesuai dg perbuatannya, Bahwa apapun bentuknya setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang akibat dari sebuah tindakan yg dilakukannya merupakan tindakan tercela dan tidak sesuai dengan uu yang sudah diatur maka ini adalah bagian dari tindak pidana umum. Tutup kapolsek mesuji timur.
Usai sambutan kapolsek acarapun di lanjutkan degan tanya jawab seputar bahaya Penggunaan senjata api serta perlunya kesadaran masyarakat  untuk melakukan pencegahan yang di moderatori pihak penyenggara kegiatan kepada masyarakat kecamatan mesuji timur. 
Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.