OAKLAND—Jumat pagi, di persimpangan ramai kota, Direktur Transportasi Oakland tengah menjelaskan cara kerja kamera keselamatan jalan baru yang dipasang. Penjelasannya tiba-tiba terpotong saat sebuah mobil melaju kencang menderu di dekat lokasi.
Di persimpangan Broadway dan 27th Street, di mana kamera baru dipasang di tiang lampu, sekelompok orang tiba-tiba mendengar deru mesin yang makin menderu. Tak satu pun dari mereka melihat kendaraannya, tapi dari suara yang semakin keras bisa dipastikan mobil itu melaju kencang.
“Ngebut itu soal pilihan,” ujar Josh Rowan, direktur transportasi kota, begitu keriuhan reda. “Setiap hari kita sendiri yang menentukan apakah mau menekan gas lebih dalam atau patuh batas kecepatan.”
Sejak Rabu, 18 kamera hitam berbentuk ramping—dari kejauhannya mirip helm Darth Vader—mulai membidik dan menyimpan foto plat nomor kendaraan yang melaju terlalu cepat di sepanjang jalan bebas hambatan Oakland yang ramai.
Empat ruas jalan di Oakland masuk dalam program kamera otomatis: International Boulevard dari jalan 40 hingga 41 di East Oakland; 7th Street antara Broadway dan Franklin Street di pusat kota; 7th Street dari Adeline hingga Linden di West Oakland; serta Jalan Hegenberger antara Spencer dan Hawley, dekat Oakland Coliseum.
Setelah masa peringatan 60 hari berakhir pada 15 Maret, warga Oakland yang terekam kamera canggih karena ngebut akan langsung mendapatkan surat denda yang dikirim ke alamat pemilik kendaraan.
Program keselamatan baru ini dirancang buat meredakkan laju kendaraan di kota, tempat derap ban yang tajam sering mengganggu suasana Jumat pagi yang seharusnya tenang.
“Terlalu banyak keluarga di Oakland yang kehilangan orang tersayang karena kecelakaan lalu lintas,” ujar Walikota Barbara Lee saat konferensi pers di Jalan Broadway.
Verra Mobility, perusahaan asal Arizona, yang memasang kamera itu akan mengelola sistemnya selama lima tahun mendatang dengan dana sebesar 4,8 juta dolar dari uang publik. Pada 2021, Verra Mobility menyerap Redflex Traffic Systems, operator kamera kecepatan ternama di wilayah Bay Area.
Uang yang masuk dari program percobaan ini akan langsung diputar kembali untuk berbagai kegiatan keselamatan lalu lintas, demikian yang disampaikan pejabat setempat.
Denda yang dikenakan nantinya akan disesuaikan dengan pendapatan, jadi orang berpenghasilan rendah tak perlu takut terbebani biaya besar. Namun, pejabat yang mengumumkan program ini di hari Jumat belum menjelaskan secara rinci berapa besaran denda yang harus dibayar jika terpergok melawan batas kecepatan.
Kamera baru ini berbeda dari kamera pembaca plat nomor otomatis milik Oakland yang sempat ramai diperbincangkan karena dianggap terlalu mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi wajah dan detail pribadi lain. Kamera pengecek kecepatan tidak memakai teknologi serupa.
“Benda ini bukan alat mata-mata,” tegas Will Barnow, petinggi Verra, saat konferensi pers Jumat. “Kamera ini dipasang hanya untuk menurunkan kecepatan pengemudi dan menyelamatkan nyawa.”
Data dari kamera akan dikelola langsung oleh dinas transportasi kota, bukan oleh Kepolisian Oakland. Menurut Rowan, polisi menyatakan tidak ingin terlibat dalam pengelolaan data tersebut.
Oakland cuma punya sedikit pilihan untuk menilang pelanggar: tanpa polisi di jalan, surat peringatan dulu yang bakal dikirim ke alamat pemilik kendaraan tercantum di plat nomor.
Menurut pejabat, pengemudi yang abai tak membalas surat peringatan justru berpotensi lolos: mereka tak terkena sanksi di riwayat SIM pun bisa memperbarui surat mengemudinya tanpa hambatan.
Menjaga keselamatan di jalan-jalan kota Oakland bukan pekerjaan mudah; para pemimpin setempat masih berupaya keras menekan angka kecelakaan karena kecepatan berlebihan.
Di ruas 7th Street, West Oakland, tempat kamera kecepatan baru dipasang, catatan Dinas Perhubungan kota menyebutkan bahwa 14,6 persen pengemudi melaju lebih dari 30 mph—batas kecepatan yang berlaku di sana.
Laporan menyebut, di ruas Hegenberger dekat Coliseum—tempat batas kecepatannya 40 mph—lebih dari 10 ribu kendaraan melaju setiap harinya, alias 43 persen dari seluruh pengemudi yang lewat.
Tahun lalu, Kepala Polisi saat itu, Floyd Mitchell, membubarkan unit keselamatan lalu lintas agar personelnya bisa diputar ke patroli. Para petinggi kepolisian kini menilai keputusan itu ikut menurunkan angka kejahatan di seluruh kota.
Lee menambahkan, Jumat lalu, bahwa sejumlah upaya meredam kecepatan di International Boulevard ternyata manjur: jumlah pejalan kaki yang tewas di ruas itu turun drastis, dari tujuh kasus pada 2023 menjadi nol di tahun lalu.
“Kami melihat penurunan yang nyata,” ujar Wali Kota. “Semoga program ini membuat tren penurunan kecelakaan terus berlangsung.”
Shomik Mukherjee adalah wartawan yang bertugas meliput kota Oakland. Dia bisa dihubungi melalui telepon atau SMS ke 510-905-5495, atau melalui email di shomik@bayareanewsgroup.com.
