Tangerang Kota
Sibernews | Proyek Pembangunan Jembatan GG Melati 1 Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang diduga dikerjakan tanpa mengikuti ketentuan yang tertera dalam kontrak kerja, terbukti dilokasi tidak terlihat rambu- rambu k3, kantor direksi keet, dan bahan material berupa besi dan peralatan kerja berserakan di titik tempat yang mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga setempat.
Proyek Jembatan ini, dikerjakan oleh CV Pulou Intan Pratama dengan anggaran Rp. 850,071.000,00- di awasi oleh Dinas PUPR Kota Tangerang tahun anggaran 2025. Namun untuk konsultan pengawasan (supervisi) tidak diketahui identitas dari perusahaan mana, sebab tidak disebutkan di papan proyek.
Berdasarkan pantauan awak media, dilokasi proyek, sejumlah pekerja tengah merakit besi abutment Jembatan. Dua orang pekerja tak mengenakan sepatu saat bekerja di proyek itu. Tak hanya itu pada saat merakit besi juga terkesan tidak ada yang mengawasi baik dari pihak konsultan pengawas maupun di dinas PUPR Kota Tangerang, Provinsi Banten. Diduga volume besi yang terpasang berpotensi tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja/Biaya).
Saat dikonfirmasi, Tameng sebagai pelaksana yang ditunjuk oleh Kontraktor Ari, dilokasi mengatakan bahwa kantor direksi keet tidak ada lantaran tak ada lahan. Bahkan dirinya mengaku bingung untuk menyimpan bahan material.
Ditanya soal, Jembatan dia mengatakan bahwa pekerjaannya baru rampung mengerjakan pondasi bor pile, dan saat ini tengah merakit besi. ” Jembatan ini bentangannya 7 meter, setalah bangun bantalan ini, nanti gelagar,”kata Tameng.
Dibuktikan dilokasi terilihat jarak sengkang besi yang tengah di rakit oleh sejumlah pekerja, tidak sesuai yang dikatakan pelaksana. Pengakuan pelaksana Tameng jaraknya kisaran 15 centimeter. Faktanya jarak sengkang besi itu 200 milimeter (20 centimeter).
Saat ditanya kembali ukuran yang disampaikan oleh pihak pelaksana tidak sesuai. Tameng (pelaksana) malah memilih berdiam, tanpa berkomentar tentang ukuran itu.
” Saya di sini hanya pekerja, langsung aja ke pak Ari, kalau pak Ari kontraktor yang menyuruh saya disini, saya dengar dia itu banyak kerjaan, di kota Tangerang dan ada Kabupaten Tangerang juga ada kerjaannya, kalau ke sini cuma mengirim material aja, ” tuturnya.
Ketika hendak dikonfirmasi, Ari melalui telepon seluler, whatsapp seluler berulang kali tidak merespon awak media hingga berita ini dikirim ke redaksi siber.news. Sementara Kabid PUPR Kota Tangerang, Mursiman juga tidak menjawab sesuai yang diminta oleh wartawan.
” Untuk jarak sengkang saya harus liat gambar dulu,” ujar singkat Kabid Bina Marga PUPR Kota Tangerang itu.
