StudioKctus
Berita  

Jaksa Agung minta tambahan Rp 7,49 T untuk tekan kasus

Selasa, 20 Januari 2026 16h43 WIB

JakartaProkuratur Republik Indonesia (RI) mengusulkan anggaran tambahan sebesar RID 7,49 miliar untuk tahun fiskal 2026 untuk mendukung operasi institusi.

Baca juga:

Mahyeldi mengatakan Sumatera Barat membutuhkan Rp 21,44 triliun untuk pemulihan bencana

Untuk mencegah hilangnya fungsi institusi dengan penegakan hukum, Prosecutor mengusulkan anggaran tambahan sebesar R$ 7,49 triliun, kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam pertemuan kerja dengan Komisi III DPR RI pada hari Selasa di Senayan Parliament Building di Jakarta.

Pemimpin Korpo Adhyaksa menjelaskan bahwa tuduhan itu sebenarnya menerima batas anggaran sebesar 20 miliar IDR pada 2026.

Baca juga:

DPR mengkritik pemerintah daerah karena menghabiskan 1 miliar Rd untuk makanan saja: tidak masuk akal!

Pendapatan dan Ketersediaan Pendaftaran dan Pengadaan Barang dan Jasa

Menurutnya, meskipun ia menerima anggaran sebesar RID 20 triliun, pihak Prokurasi percaya bahwa jumlah itu tidak cukup untuk kebutuhannya dalam melaksanakan tugas dan tugasnya.

Baca juga:

Prabowo setuju untuk meningkatkan pendanaan penelitian sebesar 50%, dengan fokus pada sektor industri makanan

Hasilnya, diperkirakan perawatan kasus di pusat akan dikurangi 55 persen dan perawatan kasus dalam wilayah akan dikurangkan 75 persen.

Selain itu, Jaksa Agung juga mengatakan bahwa batas anggaran untuk program dukungan manajemen 2026 tidak cukup.

Ia mengatakan bahwa defisit utama terjadi di tiga bidang, yaitu pengeluaran tenaga kerja, pengeluaran operasional untuk barang dan pengeluaran non-operasional untuk Barang.

Pengeluaran staf tidak mencakup gaji dan subsidi sekitar 11 ribu CPNS dan PPPK baru, katanya.

Dia menambahkan, kekurangannya juga mengancam aspek penegakan hukum, karena anggaran untuk kasus kriminal khusus hanya cukup untuk satu kasus dan anggaran untuk kejahatan umum diperkirakan akan habis dalam paruh pertama tahun ini.

Oleh karena itu, untuk mencegah kepunahan fungsi institusional, Jaksa Agung mengatakan bahwa Kementerian Pemberantasan Umum Indonesia telah mengusulkan anggaran tambahan sebesar 7,49 miliar Rd.

Dari jumlah ini, 1,85 miliar dolar AS akan diberikan kepada program penegakan hukum dan 5,65 miliar dolar Amerika Serikat untuk program dukungan manajemen.

Proposal ini telah resmi diajukan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Menteri Keuangan, katanya. (Anting)

Ahok dan Ignasius Jonan menjadi saksi dalam pengadilan korupsi anak Riza Chalidova

Mantan Komisaris Pertamina Ahok dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dijadwalkan untuk bersaksi di pengadilan korupsi minyak dari terdakwa Muhammad Kerry Andrianto Riza.

VIVA.co.id

20 Januari 2026

Sumber

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.