TANGERANG,
siber.news– Koordinator GMAKS Tangerang Raya mengecam keras sikap Kabid SMK Dindik Banten yang tetap bungkam terkait proyek pagar di SMKN 3 Kota Tangerang. Diamnya pejabat tersebut memperkuat dugaan adanya upaya menutup-nutupi praktik korupsi dan aksi pemborosan anggaran yang merugikan rakyat.
Proyek ini menjadi sorotan tajam karena terindikasi adanya kesalahan fatal dalam perencanaan. Pemasangan pagar mewah berbahan besi stainless justru dipaksakan berdiri di atas fondasi tembok lama yang sudah miring dan rapuh, sebuah keputusan teknis yang dianggap sangat konyol.
Koordinator GMAKS menegaskan bahwa terdapat dugaan kesengajaan dalam perencanaan yang keliru ini demi mengejar setoran proyek akhir tahun. Anggaran besar untuk material besi stainless tersebut dianggap pemborosan anggaran karena tidak didahului dengan perbaikan struktur bawah yang layak.
“Muncul dugaan kuat Kabid SMK Dindik Banten sengaja membiarkan salah perencanaan ini demi memoles tampilan luar saja. Pagar mahal itu akan menjadi rongsokan dalam sekejap jika tembok penyangganya ambruk, ini jelas membahayakan keselamatan siswa,” tegas Holida Nuriah ST, Koordinator GMAKS Tangerang Raya, Provinsi Banten. Rabu 31 Desember 2025.
GMAKS mencium adanya dugaan niat jahat untuk sekadar menyerap anggaran besar tanpa mempedulikan azas manfaat. Pola “tambal sulam” ini disebut sebagai bukti nyata betapa berantakannya perencanaan proyek di lingkup fasilitas pendidikan Banten.
Ada pula dugaan bahwa fungsi pengawasan dari Dinas Pendidikan Banten sengaja dimandulkan agar salah perencanaan ini tidak dipersoalkan. Hal ini membuktikan bahwa pengawasan di lingkup Dindik Banten sangat lemah dan membiarkan uang negara dihambur-hamburkan secara tidak bertanggung jawab.
Masyarakat kini mempertanyakan dugaan adanya penggelembungan dana di balik perencanaan yang tidak masuk akal ini. Tanpa klarifikasi resmi, publik semakin yakin bahwa pengadaan pagar besi stainless tersebut hanyalah kedok untuk menguras anggaran daerah demi kepentingan kelompok tertentu.
GMAKS mengancam akan melaporkan dugaan pemborosan dan malapraktik konstruksi ini ke jalur hukum. Mereka mendesak agar Kabid SMK segera dicopot karena dianggap gagal total dan tidak bernyali dalam mengawasi penggunaan uang rakyat secara jujur dan transparan.
