Hari Jumat, 30 Januari 2026 07h02 WIB
Jakarta Pelatih nasional futsal Indonesia, Hector Souto, menekankan bahwa dia tidak ingin buru-buru memikirkan pertandingan perempat final Piala Asia Futsal 2026, meskipun seleksinya telah mengkonfirmasi tiket ke babak penyisihan ini.
Baca juga:
Klasifikasi sementara Piala Asia Selections 2026 setelah Indonesia mengalahkan Korea Selatan 5-0 dengan kuat memimpin
Selesai lolos ke babak final, Indonesia berhasil meraih kemenangan 5-3 atas Kyrgyzstan dalam pertandingan kedua Grup A yang berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, di Jakarta, Indonesia. Hasilnya menempatkan Indonesia di urutan terdepan Grup A dengan 6 poin, sama dengan Irak yang berada di posisi kedua.
Dengan hasil ini, Indonesia akan maju ke final empat dengan Irak. Pada fase eliminasi, Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi Thailand atau Vietnam dari Grup B. Namun, Souto menegaskan bahwa ia tidak ingin memikirkan lagi lawan berikutnya.
Baca juga:
Ketika Korea Selatan dibunuh oleh tim Indonesia di depan Shin Tae-yong
“Kalian tahu apa yang akan ku pikirkan ketika aku sampai di hotel? Irak. Irak. Iraq. Irak, Irak. Lalu setelah Irak berakhir? Berikutnya. Berikutnya”. Souto berkata kepada tim media di area campuran Arena Indonesia, seperti yang dilaporkan Antara.
Baca juga:
Hector Souto kemudian mengatakan bahwa tim Indonesia mengalahkan Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026
Dia menambahkan bahwa pendekatan ini adalah prinsip yang selalu diikuti dalam manajemen timnya. Menurut Souta, futsal harus dimainkan dengan konsentrasi dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
“Futsal hidup setiap hari, setiap hari. Setiap hari. Anda mempersiapkan segalanya, mencoba untuk memberikan yang terbaik”, katanya.
Iqbal Iskandar, Firman Ardiansyah, Rio Pangestu, Ardiantsyah Nur dan Israr Megantara mencetak lima gol Indonesia dalam pertandingan melawan Kyrgyzstan.
Pada Piala Asia Futsal, pencapaian terbaik Indonesia sejauh ini adalah mencapai perempat final pada tahun 2022 di Kuwait. Pada saat itu, kemajuan Indonesia terhenti setelah kalah dari Jepang, yang kemudian menjadi juara turnamen.
Pada edisi 2026, Indonesia memiliki kesempatan untuk membuat sejarah baru, terutama dengan status tuan rumah. Souto juga percaya bahwa dukungan publik di Indonesia akan menjadi faktor penting bagi timnya.
Di sisi lain
“Indonesia Arena akan menjadi faktor kunci bagi kami dalam turnamen ini. Saya berharap Indonesia Arena dapat penuh sesak. Dengan dukungan ini, para pemain kami akan tampil lebih baik”, katanya.
