Serang, Siber I Launching Gedung Djoeang 45 peninggalan jaman kolonial Belanda diharapkan dapat bermanfaat untuk Masyarakat Banten Khususnya Kota Serang, Hal itu dikatakan Kepala Dinas (Kadis) perpustakaan dan kearsipan kota serang Haji Wahyu Nurjamil Kepada awak media, Usai Giat di Gedung Djoeang Depan Alun – Alun Kota Serang, Rabu (24/2/2021).
Selain itu juga, Wahyu menginginkan agar semua pihak bersama – sama memajukan sejarah – sejarah yang ada di kota Serang, dari semenjak perjuangan, kolonial, kemerdekaan, tempat – tempat sudah ada, kalaupun memang masih belum sempurna karena ada hal harus dibenahi.
terkait adanya sejarah, Wahyu juga berharap, Beberapa organisasi – Organisasi perjuangan seperti Legiun veteran Republik Indonesia (LVRI), PPM dan lain sebagainya bersama Elemen lainnya untuk kebudayaan yang ada di Banten Khususnya Kota Serang.

” untuk itu kami menginginkan semua elemen harus bersinergi membangun komunikasi, untuk bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Serang membagi tugas, agar semuanya bisa terwujud dan bisa bermanfaat untuk masyarakat Banten khususnya Kota Serang, sangat diperlukan kebersamaan tumbuh dalam diri dan kekompakan semua elemen,”tegasnya.
Lebih lanjut Wahyu menegaskan, Banten tidak bisa lepas dari banyak sejarah-sejarah yang ada, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Wida Ampiany menjelaskan, dirinya mengapresiasi adanya peresmian gedung bersejarah, selama ini Pemkot Serang, telah menjaga nilai-nilai orisinalitas keberadaan gedung bersejarah.
” Saya sangat mengapresiasi adanya launching Gedoeng Djoeang 45 tersebut, dengan diresmikan Gedoeng Djoeang 45, visi dan misi walikota maupun wakil walikota Serang, dapat terwujud dengan menjadikan Kota Serang berdaya dan berbudaya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wida mengungkapkan,
keberadaan Gedoeng tersebut, diharapkan bisa menjadi sarana edukasi dan heritage tourisme di Kota Serang karena berdiri di lokasi strategis (di tengah-tengah Kota Serang).
Untuk Diketahui, Di kutip dari halaman jikp.bantenprov.go.id bangunan Gedung djoeang 45 pada masa awalnya difungsikan sebagai barak militer Belanda atas usulan dari Letnan Jendral Anthing kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang tertuang dalam suratnya tanggal 29 agustus 1818. Bangunan ini didirikan untuk memenuhi fasilitas keamanan pada kota karesidenan dari pemberontakan dan gangguan keamanan lainnya.
Selain itu, alasan lain didirikannya gedung tersebut karena kondisi tangsi militer yang dulu sudah rusak dan akibat masih banyaknya kekacauan serta pemberontakan dari ketidakpuasan orang-orang Banten setelah dihancurkannya Keraton Surosowan, Banten.
Dimasa kepemimpinan Syafrudin dan Subadri, yang identik dengan slogan “Aje Kendor” menyulap Gedung Djoeang menjadi tempat belajar yang nyaman dan modern, tanpa merubah marwah dan tampilan bangunan tersebut, dengan tetap menonjolkan tampilan awal Gedung Djoeang tersebut.
Tampilan yang terkesan jadul, akan tetapi saat memasukinya, kita akan disuguhkan tampilan interior yang modern, dan beberapa foto para pejuang serta semua keterangannya. Dengan tampilan modern tersebut yang membuat kita lupa bahwa kita berada dalam bangunan tua tersebut, tampilan galeri foto dengan beberapa susunan lampu dan bercampur teknologi terkini.
Membuat belajar sejarah dan membaca menjadi lebih nyaman dan menarik, dan ada tempat khusus buat adik-adik yang baru belajar membaca atau mau belajar membaca, dan ada theater nya juga lho, pokoknya di dalam Gedung Djoeang tersedia semua kebutuhan untuk belajar dan mengenal sejarah.
Tidak hanya itu, Gedung Djoeang, Semoga bisa menarik turis lebih banyak lagi. Tinggal penataan di halaman parkir yang perlu dirampungkan. Dan Gedung Djoeang 45 juga bisa dijadikan destinasi wisata bersejarah di Banten ini.
Kapasitas pengunjung dijangkau, dengan protokol kesehatan yang selalu dijaga terhadap pengunjung yang akan memasuki didalamnya.
Fasilitas yang bisa dimanfaatkan mulai dari perpustakaan anak, perpustakaan umum, ruang teater, serta ruang sejarah berbentuk digital. Jumlah pengunjung yang akan memasuki keruangan hanya mencapai 30%, karena ruang lingkup yang masih kecil, maka kami menjaga prokes selagi masa pandemi Covid-19 seperti ini. (Towi/Redaksi)
Editor : Didi























