Selasa, 20 Januari 2026 13h40 WIB
JakartaKepala cabang Pergerakan Pemuda Ansor di Medan memuji kemajuan Menteri Komunikasi dan Teknologi Digital Indonesia (Menkomdigi) Meutya Hafid, yang berhasil mengurangi transaksi perjudian online (judol) hingga 57 persen.
Baca juga:
Komdigi sementara memblokir akses ke Grok dan meminta X untuk menjelaskan segera
Penghargaan ini dinyatakan oleh Presiden PC GP Ansor Medan City, Muhammad Husein Tanjung dalam pernyataan tertulis pada Selasa, 20 Januari 2026.
Husein menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Menteri Komunikasi dan Teknologi Meuty Hafid, Indonesia telah berhasil membuat sejarah baru dalam perang melawan judo. Tidak hanya angka di atas kertas, katanya, keberhasilan ini adalah udara segar untuk daya tahan ekonomi keluarga Indonesia, terutama kelompok masyarakat yang rentan.
Baca juga:
Sekolah Islam Internal Blue Blood NU dan mantan komandan Banser Yaqut ditangkap korupsi quota Hajj
Data terbaru menunjukkan penurunan drastis dalam nilai transaksi perjudian online sebesar 57 persen selama 2025. Berdasarkan catatan PPATK, jumlah transaksi yang sebelumnya mencapai 359 triliun IDR (2024) sekarang menurun menjadi 155 triliunan IDR, kata Husein.
Baca juga:
Kisah Presiden GP Ansor berpartisipasi dalam keberhasilan otonom makanan dan menerima Penghargaan Presiden
Husein melanjutkan, pengurangan ini menyisakan lebih dari 200 triliun IDR dari uang orang, mencegahnya terbuang di kantong broker taruhan.
Kementerian Komunikasi dan Teknologi Digital mengambil tindakan agresif dan menutup 2.458.934 situs dan konten judol antara 20 Oktober 2024 dan awal November 2025.
Ini adalah jumlah pemblokiran terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah digital Indonesia. Lebih dari 2.1 juta dari mereka adalah situs perjudian aktif, sementara sisanya adalah konten provokatif yang tersebar di platform besar seperti Meta, Google, YouTube dan X, jelasnya.
Juga menurunnya partisipasi pemain dari segmen masyarakat dengan pendapatan kurang dari RD 5 juta per bulan.
Kebijakan Menteri Komunikasi dan Teknologi, Meuty Hafid, bukan hanya untuk menutup situs web, tetapi juga untuk melindungi uang belanja ibu, uang sekolah anak-anak, dan tabungan masa depan keluarga Indonesia dari dicuri oleh ilusi keuntungan dalam permainan, kata Husein.
Kekerasan Menteri Komunikasi dan Teknologi dalam menghilangkan judo membuat ruang untuk serikat perjudian semakin sempit saat ini. Nilai deposito publik juga turun lebih dari 45 persen, dari 51 miliar IDR menjadi sekitar 24,9 miliar ID R.
“Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pemblokiran massal mampu mengubah perilaku orang secara signifikan”, kata Husein.
Meutya Hafid: Anak-anak tidak boleh masuk ke hutan digital sendirian
Menteri Komunikasi dan Teknologi, Meutya Hafid, menekankan bahwa anak-anak sangat rentan menjadi korban penipuan internet.
VIVA.co.id
16 Januari 2026
