TANGERANG,
siber.news | 25 November 2025 – Dugaan penyimpangan Dana BOSDA Reguler Kota Tangerang kini memasuki tahap eskalasi. Perkumpulan GMAKS berencana mengirim surat resmi kepada Wali Kota, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Inspektorat setelah menganggap klarifikasi yang diberikan Dinas Pendidikan (Dindik) tidak memuaskan dan tidak konsisten.
Langkah ini diambil karena Dindik, yang diwakili Plt. Kepala Dinas, Dr. Eng.Ir. Ruta Ireng Wicaksono, S.T., M.Eng., tetap membantah adanya penyimpangan. Namun, bantahan tersebut tidak sejalan dengan data yang menunjukkan alokasi SD hanya Rp18.000,- dan laporan lapangan SMP yang menerima Rp25.000,- (padahal klaim Dindik Rp35.000,-).
“Klarifikasi Dindik tidak menjawab substansi masalah,” ujar Ketua GMAKS, Saeful Bahri. “Mereka menutup masalah ini terlalu cepat dengan kesimpulan bahwa tidak ada yang perlu diklarifikasi lagi.”
Surat kepada Wali Kota bertujuan untuk menuntut akuntabilitas politik. GMAKS mendesak Wali Kota untuk segera mengintervensi dan menindaklanjuti kebijakan alokasi anggaran yang dianggap bermasalah ini.
Sementara itu, surat kepada BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, yang berfungsi mengelola keuangan dan aset daerah) dan Inspektorat meminta audit teknis. Kedua lembaga pengawasan ini diminta segera memeriksa seluruh proses perencanaan dan realisasi anggaran BOSDA untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Saeful Bahri secara eksplisit menuntut audit independen untuk memastikan ke mana perginya selisih dana yang muncul di tingkat SD dan SMP tersebut. Mereka ingin memastikan tidak ada dugaan penyimpangan dan kerugian daerah.
Dampak pengiriman surat ini diprediksi akan memperluas sorotan publik. Pernyataan Dindik bahwa masalah sudah selesai kini terancam dibongkar melalui mekanisme pengawasan eksternal oleh BPKAD, Inspektorat, dan kewenangan Wali Kota.
Publik menantikan tanggapan resmi dari Wali Kota, BPKAD, dan Inspektorat. Keputusan mereka akan menentukan apakah kontroversi dana BOSDA ini akan diusut tuntas atau dibiarkan tanpa kejelasan lebih lanjut.
