Siber.news.com, Jakarta | Ledakan brutal yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, memicu kecaman keras dari Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS).
Kepada media, Ketua GMAKS, Saeful Bahri, menyebut insiden tersebut sebagai tindakan kriminal biadab yang melukai puluhan warga sipil, termasuk pelajar dan staf sekolah.
“Kami mengecam sekeras-kerasnya aksi keji ini. Serangan terhadap lingkungan pendidikan adalah ancaman nyata terhadap tatanan sosial dan psikologis masyarakat,” tegas Saeful dalam pernyataan resminya.
Dengan tegas, GMAKS mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia, untuk segera:
– Mengidentifikasi dan menangkap dalang intelektual serta pelaku lapangan.
– Mengusut motif di balik serangan secara transparan dan akuntabel.
– Memperkuat pengamanan di fasilitas pendidikan agar tragedi serupa tak terulang.
Dikatakan bahri, dirinya menekankan bahwa keselamatan warga negara adalah prioritas mutlak, dan penyidikan yang lamban atau tertutup hanya akan memperburuk trauma publik.
Sebagai rasa solidaritas terhadap Korban, GMAKS juga menyampaikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga, serta mendorong pemulihan fisik dan psikologis secara menyeluruh.
“Kami berdiri bersama para korban. Ledakan ini bukan hanya melukai tubuh, tapi juga melukai rasa aman masyarakat,” pungkasnya mengakhiri
