CILEGON,
siber.news | 16 November 2025 – Perkumpulan Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAKS) melayangkan ultimatum keras kepada DPRD Cilegon. Dewan didesak segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek Pembangunan Gedung Medical Center RSUD Cilegon yang diduga mengalami deviasi fatal. Saeful Bahri, Ketua GMAKS, menegaskan massa akan turun ke jalan sebagai mosi tidak percaya jika dewan tetap pasif.
Desakan ini muncul karena adanya dugaan ketimpangan ekstrem: Proyek senilai Rp 26,6 Miliar tersebut diduga sudah mencairkan dana hingga 55%, namun progres fisik di lapangan baru mencapai 12%.
“Situasi ini gawat darurat dan berpotensi merugikan negara. DPRD Cilegon harus tinggalkan meja komisi dan segera turun langsung ke lokasi untuk membuktikan dugaan deviasi ini,” ujar Ketua GMAKS Saeful Bahri dengan tegas.
Sikap diam Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek harusnya menjadi alarm merah bagi DPRD. Dewan dituntut menggunakan wewenang pengawasan penuhnya.
“Ini adalah uji integritas dewan. Jika tidak ada sidak dalam waktu dekat, kami pastikan GMAKS akan turun ke jalan, aksi besar-besaran di depan gedung dewan. Kami menuntut pertanggungjawaban politik atas kelalaian pengawasan anggaran kesehatan rakyat Cilegon,” lanjut Saeful Bahri.
GMAKS mendesak agar hasil sidak diumumkan transparan dan dewan berani merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) jika kerugian negara terbukti. Tindakan DPRD adalah penentu: berpihak pada transparansi atau membiarkan skandal anggaran publik.























