siber.news | Semangat perubahan bergelora di Desa Pabuaran melalui inisiatif Gerakan Pemuda Pabuaran (GEMPUR) yang menggandeng Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 17 dari Universitas Bina Bangsa.
Kolaborasi ini menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan UMKM, dan advokasi pendidikan.
UMKM Jadi Sorotan Awal Perubahan, Kelompok pemuda GEMPUR berhasil mengembangkan produk sabun cuci piring berbahan dasar kimia hasil racikan sendiri. Meski inovatif, produk tersebut belum melalui proses verifikasi halal dan belum terdaftar di BPOM.
Melihat potensi ini, Kelompok KKM 17 mengambil langkah proaktif untuk mendampingi proses legalitas produk agar dapat dipasarkan lebih luas dengan harga Rp5.000 per 300ml.
“Kami ingin UMKM lokal ini bukan hanya sekadar usaha rumahan, tetapi produk yang layak bersaing dan diterima di pasar luar,” ujar salah satu anggota KKM 17.
Digitalisasi Promosi, Setelah lolos uji halal dan BPOM, produk yang sebelumnya hanya dijual di warung kampung akan dipromosikan secara digital agar dikenal oleh masyarakat di luar Pabuaran.
Advokasi Pendidikan di Tengah Tantangan Sosial Ekonomi
Tak hanya bergerak di bidang ekonomi, KKM 17 juga prihatin terhadap rendahnya kesadaran anak muda Pabuaran terhadap pendidikan lanjutan.
Banyak yang memilih bekerja setelah lulus SMA/SMK karena keterbatasan informasi dan kondisi ekonomi. Bahkan, sebagian anak-anak tidak sekolah karena minimnya fasilitas pendidikan di desa.
Dalam rangka menjawab tantangan ini, KKM 17 akan mengadakan kegiatan sosialisasi pentingnya pendidikan lanjutan dan melakukan pendataan anak-anak yang putus sekolah sebagai langkah awal pembangunan masa depan.
