Lebak, Siber – Ormas Gerakan Moral Penyelamat Anggaran (Gempar) Lebak mengaku akan melakukan aksi unjuk rasa kepada PT Royal Bestindo Sakti. Aksi tersebut dilakukan, karena perusahaan yang bergerak dibidang proferti tersebut dinilai telah lalai, mengingat mengesampingkan keselamatan pekerja.
Agustian koordinator Gempar mengatakan, pihaknya menilai pihak perusahaan mengesampingkan keselamatan para pekerjanya. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya pekerja yang meninggal dunia saat melaksanakan tugasnya.
“Aksi demo kita ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat pekerja. Apalagi, berkaitan dengan perusahaan yang bersentuhan langsung dengan warga banyak, “kata Agustian, kepada Siber disekretariat Gempar, Rabu (16/12/2020).
Lebih lanjut Agustian mengatakan, perusahaan pun pada urusan pajak hanya dilakukan oleh audit pihak internal, lalu pihak Internal melaporkan hasilnya Instansi Perpajakan. Bahkan, pihak perusahaan juga diduga terindikasi melakukan nepotisme saat perekrutan tenaga kerja.
Untuk itu kata dia, sebagai bentuk keberpihakan kepada masyatkat, pihaknya akan melayangkan surat aksi demo kepada pihak kepolisian.
“Surat pemberitahuan aksi akan kami layangkan besok. Selanjutnya, kita akan melihat arahan dari pihak kepolisian, apakah diperbolehkan menggelar aksi ditengah Pandemi Covid 19,”ungkapnya. (Yudi/Redaksi)
Editor : Didi
