StudioKctus
Berita  

Dugaan Ketidakbecusan Kasatker PJN 1: Rakyat Pertaruhkan Nyawa, PPK Berlindung di Balik Hujan

Dugaan Ketidakbecusan Kasatker PJN 1: Rakyat Pertaruhkan Nyawa, PPK Berlindung di Balik Hujan
Dugaan Ketidakbecusan Kasatker PJN 1: Rakyat Pertaruhkan Nyawa, PPK Berlindung di Balik Hujan

PANDEGLANG,

siber.news | Bobroknya jalur nasional di Kabupaten Pandeglang pada awal 2026 bukan lagi sekadar masalah infrastruktur, melainkan potret nyata dugaan kegagalan birokrasi. Jalur tersebut kini sah menyandang status “Jalur Pencabut Nyawa” akibat pembiaran yang terstruktur.

Timsus LSM GPS-Banten, Arip Rahman Sobirin, dengan nada bicara dingin namun tajam, langsung menuding Hery Wibowo ST., MT., Kasatker PJN Wilayah 1 Banten, sebagai aktor utama di balik penderitaan pengguna jalan. Ada dugaan kuat bahwa fungsi pengawasan di bawah komandonya telah mati suri.

“Kita patut menduga ada manajemen yang rusak di dalam Satker PJN 1. Pak Hery Wibowo jangan hanya duduk manis di kantor sementara rakyat bertaruh nyawa di lubang-lubang maut. Jabatan itu tanggung jawab, bukan sekadar pajangan,” cetus Arip lugas.

Kritik GPS-Banten kian memanas dengan ancaman aksi massa. Mereka menuntut audit total terhadap anggaran pemeliharaan yang dinilai menguap tanpa hasil nyata di aspal. Aksi massa ini dijanjikan akan mengepung kantor PJN dalam waktu dekat jika perbaikan permanen tidak segera dilakukan.

Di sisi lain, Bagus Permana ST., MT., selaku PPK 1.3 Provinsi Banten, mencoba meredam kemarahan publik dengan narasi “kerja keras”. Ia mengklaim bahwa upaya perbaikan dilakukan secara maraton tanpa mengenal waktu.

“Tutup lubang tiap hari berjalan, Pak. Hari ini dari STA akhir Labuan mundur. Untuk ruas Pandeglang-Saketi juga tiap hari ada yang kerja,” dalih Bagus seolah ingin menunjukkan dedikasi timnya di lapangan.

Namun, Bagus kembali menggunakan “senjata lama” untuk berlindung: cuaca ekstrem. Ia seolah ingin melegitimasi kegagalan kualitas aspal dengan alasan curah hujan yang tidak bersahabat.

“Cuaca ekstrem, hujan seharian berturut-turut. Tapi pekerja tetap tanpa menyerah terus bekerja tutup lubang,” tambah Bagus, memberikan pembelaan yang bagi sebagian pihak terdengar seperti apologi kegagalan teknis.

Bagi Arip Rahman Sobirin, pembelaan tersebut hanyalah bentuk penghinaan terhadap nalar publik. Ia menegaskan bahwa hujan tidak bisa dijadikan kambing hitam jika material dan spesifikasi teknis pengerjaan dilakukan dengan jujur.

“Kalau aspalnya berkualitas, hujan tidak akan membuatnya jadi bubur dalam semalam. Kami menduga ada penurunan standar kualitas yang sengaja dibiarkan. Jangan jadikan langit sebagai alasan atas ketidakbecusan mengelola proyek!” sergah Arip menohok.

LSM GPS-Banten menilai pengerjaan “tutup lubang” harian tersebut hanya akal-akalan administratif agar anggaran pemeliharaan terlihat terserap, padahal hasilnya nol besar bagi keselamatan publik.

Kini, publik Pandeglang menanti keberanian Kasatker PJN 1 untuk mundur atau membuktikan kinerjanya. Rakyat sudah jenuh dengan drama “pekerja tanpa menyerah” di bawah hujan, sementara nyawa warga terus terancam di setiap jengkal jalan yang hancur.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.