DKP Banten Dinilai Acuh Terhadap Nasib Pabrik Es di Teluk Labuan
Pandeglang, SBNews.co.id – Dibangunnya Pabrik Es Balok Kapasitas 15 Ton pada tahun 2015 lalu di desa Teluk kecamatan Labuan kabupaten Pandeglang – Banten, dengan Nilai Pagu Rp.2.355.330.000,00 sumber anggaran APBN itu sampai saat ini masih belum beroperasi.
Pembangunan pabrik tersebut dilaksanakan oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Banten melalui pihak ke Tiga, sudah bertahun tahun keberadaan pabrik itu terkesan tidak dipedulikan oleh pihak yang bersangkutan, sementara keberadaan pabrik tersebut sangat diharapkan para nelayan setempat agar segera dioperasikan.
Selama kurang lebih Tiga Tahun keberadaan pabrik ES yang belum dioperasikan sangatlah dikeluhkan masyarakat nelayan setempat untuk memenuhi kebutuhan pembeku ikan hasil tangkapan khususnya.
“Kami para nelayan sangat senang ketika pabrik ES itu dibangun, namaun akhirnya kamipun sangat kecewa, selama kurang lebih Tiga tahun ini pabrik Es itu tidak beroperasi,” ujar salah satu nelayan di kampung nelayansatu desa Teluk kecamatan Labuan – Pandeglang.
Dikatakan Ujang Kusna Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten Pandeglang, menurutnya sangat disayangkan keberadaan pabrik Es di desa Teluk itu jika hanya dijadikan monumen pabrik yang tidak bermanfaat bagi para nelayan, pembangunan pabrik yang menghabiskan uang negara dengan jumlah miliaran terkesan dibiarkan begitu saja oleh pihak yang bersangkutan.
“Setau saya pabrik Es tersebut sejak awal sampai sekarang ini belum pernah dirasakan manfaatnya oleh para nelayan khususnya, padahal pembangunan pabrik itu menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun sampai saat ini belum pernah dioperasikan,” katanya (05/07).
Menurut Ujang, pabrik Es itu kini nasibnya tidak terpelihara apalagi bermanfaat bagi masyarakat sekitar, entah itu pembiaran atau konsep mentah para pelaku pembangunan, yang jelasa nelayan berharap pabrik itu jangan dijadikan monument yang tidak bermanfaat, tambahnya.
“Dan jika pihak DKP provinsi enggan untuk mengelolanya, maka kami HNSI kabupaten Pandeglang siap untuk mengelola dan memberikan Penghasilan Asli Daerah (PAD) yang sesuai. Dan jika dikelola oleh HNSI setidaknya bisa meringankan beban belanja Es bagi para nelayan khususnya, harga Es perbalok sekarang ini diatas 25 ribu, jika HNSI yang mengelola pabrik Es maka kami siap memberikan harga dibawah 25 ribu perbalok,” tandas Ujang.
