StudioKctus
Berita  

Diduga PT PAS Jaksel Jual Tabung Gas 3 Kg Subsidi ke Rumpin Bogor

Diduga PT PAS Jaksel Jual Tabung Gas 3 Kg Subsidi ke Rumpin Bogor
Diduga PT PAS Jaksel Jual Tabung Gas 3 Kg Subsidi ke Rumpin Bogor

Tangerang,
siber.news | Dugaan adanya aktivitas Ilegal yang dilakukan oleh oknum pengusaha gas elpiji 3 kilogram ternyata salah satunya, diduga berasal dari Agen LPG dari PT. Putra Andalas Sejahtera (PAS) yang beralamat di Jl. Raya Lenteng Agung, No 41 RT 05/ RW 01 Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta.

Keungkapnya hal itu, ketika awak media melintas di jalan Suradita Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Diperjalanan ada satu unit mobil pick Up yang tertutup terpal, rapih terikat tali dengan pelat nomor polisi B 9150 SAJ, muser di tengah jalan karena tak kuat menanjak.

Karena tak kuat menanjak, mobil pun mundur perlahan, disaat mobil baru terparkir, Sopir di dalam mobil itu tampak gugup. Terlebih ketika ditanya jenis muatan yang diangkutnya. Sopir pun tebata-bata, pantas saja, ternyata yang diangkutnya adalah tabung elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Usut punya usut, berdasarkan informasi dugaan aktivitas ilegal gas berwarna melon di oplos ke elpiji non subsidi terjadi lumayan cukup lama. Bahkan aktivitas itu tak tersentuh oleh hukum. Pengirim gas elpiji 3 kilogram itu ternyata berasal di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Padahal aktivitas ilegal itu dapat berpotensi merugikan keuangan negera serta merugikan masyarakat miskin. Identitasnya, celakanya, diduga hanya didata laporan sebagai pembeli tabung subsidi oleh oknum pangkalan dan agen ke Pertamina.

Sopir saat dikonfirmasi, bernama Gatot, dia mengaku hanya sopir freelance, singkatnya,  hanya sebagai pengirim elpiji 3 kilogram subsidi dari Jaksel ke lokasi Rumpin Kabupaten Bogor.

” Soal identitas lengkap pangkalan tidak tahu, saya hanya di suruh oleh pak Teguh, saya sopir freelance hanya mengirim tabung ke rumpin, untuk lokasi pangkalan di alamat segel itu, ” jelas Gatot kepada awak media, Senin kemarin (19/5).

Dikatakan Gatot, aktivitas pengiriman tabung 3kg ke lokasi rumpin itu rutin dilakukan, dalam sepekan sebanyak tiga kali  pengiriman berjumlah 280 tabung per satu pengiriman. Gatot juga terlihat gugup ketika ditanya soal identitas penyuruhnya, serta saat diminta nomor telepon.

Gatot akhirnya memberikan nomor telepon yang bernama Teguh sebagai pemilik Pangkalan dari agen LPG PT. PAS. Sayangnya, ternyata nomor tersebut sudah tidak aktif.

Diakhir wawancara, Gatot, langsung tancap  puter arah di jalan lain, karena di lokasi jalan itu, mobil yang di kemudikanya tak kuat menanjak.

Pada Esok hari, Selasa 20 Mei 2025, demi mendapatkan informasi benar. Awak media dan tim investigasi mendatangi alamat agen gas yang tertera di segel warna ungu itu di Jaksel. Kedatangannya, pengurus agen PT PAS terlihat bingung, terlebih diperlihatkan Video mobil pick up, kedapatan membawa ratusan tabung elpiji 3 kilogram subsidi berasal dari perusahaannya ke daerah Rumpin Kabupaten Bogor.

Setelah itu, karyawan wanita masuk ruang kerjanya dan karyawan pria, tengah  dikonfirmasi oleh wartawan, berujar, bahwa dirinya adalah pengurus di agen elpiji PT. PAS  Jaksel.

” Soal gas 3kg di angkut ke Rumpin,saya belum tahu dari pangkalan mana. Yang jelas bukan dari agen ini. Jumlah pangkalan ada 45. Sopir tidak detail, soal nama Teguh seperti tidak ada,” dalihnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan harga tebus tabung melon 3 kilogram, pangkalan dengan harga Rp. 14.600 pert tabung, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pengguna hanya Rp. 16.000 per tabung.

“Jaksel itu, HET nya masih di harga Rp. 16.000 per tabung, beda dengan daerah seperti di Tangerang HET nya sudah naik, sekitar Rp. 19.000 per tabung, pokoknya, daerah yang masuk provinsi Banten,” jelasnya.

Dijelaskan, volume tabung yang di kirim ke luar daerah dalam sepekan tiga kali. Sebanyak 280 tabung per satu pengiriman itu dipastikan dilakukan per dua penebusan.

” DO tebus pangkalan per hari, volumenya tidak mencapai 280 tabung, sepertinya jika seminggu tiga kali pengiriman ke luar daerah (Rumpin), mungkin jatah dua hari itu,” katanya diakhir wawancara.

Tak disangka, diakhir, pengurus agen di gudang meminta wartawan, untuk menghubungi nomor yang dikirimnya.  ketika dihubungi oleh wartawan. Dia berkomentar bahwa semua aktivitas karyawan yang di PT. PAS merupakan tanggungjawabnya.

” Saya penanggungjawab, semua karyawan, termasuk Teguh di agen PT PAS Jaksel. Sampeyan (wartawan*red) terlalu jauh, datang ke pangkalan, kasus tahun lalu. Mungkin sudah dapat dari pengurus rumpin, kalau sampeyan mau klarifikasi datang ke saya sini, saya tunggu di Polsek Pamulang,” kata dia dalam teleponnya.

Penelepon itu, terkesan mempertontonkan  bahwa dirinya adalah seorang yang kebal hukum. Bahkan bergaya seperti pengendali media, seenaknya, meminta awak media agar bisa datang ke lokasi yang ditentukan oleh dirinya sendiri.

Padahal, sudah disampaikan bahwa awak media saat itu sedang berada di gudang atau kantor Agen Elpiji PT. PAS di Jaksel untuk wawancara meminta klarifikasi kepada perusahaan. Tapi, penelepon, terkesan tak mau tau dengan apa yang di sampaikan oleh wartawan.

Hingga berita ini di kirim, awak media belum mengetahui identitas penelepon tersebut yang mengklaim bahwa dirinya sebagai penanggungjawab semua karyawan di PT. PAS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.