kabupaten Pandeglang turun ke jalan dan kepung Gedung
Negara Pendopo Bupati Pandeglang,
Kamis (05/10/2017) mereka menuntut agar jalan ruas
jalan desa Rancapinang dan
Ciaerjeruk segera dibangun, masyarakat wilayah Pandeglang
Selatan merasa ditinggalkan dan dianaktirikan oleh pemerintah kabupaten Pandeglang.
Cimanggu khususnya menyerbu ibu kota kabupaten Pandeglang menuntut pembangunan jalan
desa Rancapinang dan sekitarnya segera direalisasikan.
pinang jelas dianak tirikan dan dimarjinalkan oleh pemda pandeglang, serta setiap pengajuan pembangunana ruas jalan
desa Rancapinang tak kunjung direalisasikan, akhirnya masyarakat kecewa terhadap janji – janji politik Irna – Tanto saat kampayenya untuk
meraih pucuk pimpinan di kota sejuta santri seribu ulama ini, ujarnya.
sangat memprihatinkan itu, dan pihak pemda juga agar tidak tuli adanya suara
suara masyarakat tentang keluhan infrastruktur yang tidak layak.
masyarakat sekitar desa Rancapinang dan sekitarnya mendambakan infrastruktur
jalan yang layak, maka dengan dasar pemikiran serta perasaan yang dianak
tirikan oleh pihak pemda kabupaten Pandeglang, masyarakat turun ke jalan berunjuk
rasa hingga kantor bupati dan pendopo kabupaten Pandeglang, bukan sekedar unjuk
rasa namun ini juga bentuk kekesalan warga terhadap pihak pemerintah,”
tutur Arif usai berunjuk rasa.
menjelaskan, bahwa dengan gerakan masyarakat berunjuk rasa, akhirnya pihak
pemkab Pandeglang merespon aspirasi yang disampaikan ratusanmasyarakat desa Rancaipinang, dan pembangunan
ruas jalan betonisasi desa Rancapinang kecamatan Cimanggu akan direalisasikan
pada Tahun Anggaran 2018 sepanjang 4 kilo meter dengan lebar jalan kurang lebih
4 meter.
mengatakan, jika pada tahun anggaran 2018 tidak juga direalisasi, maka itu adalah
pembohongan belaka, dan masyarakat tentunya akan murka serta akan turun kembali
mengepung pendopo dengan jumlah massa yang sangat banyak, dan tidak dipastikan aksinya damai atau anarkis, pungkasnya.
