StudioKctus
Berita  

Dana BOS Reguler SMPN 1 Tangsel 2023-2025 Diduga Tercium Aroma Korupsi

Dana BOS Reguler SMPN 1 Tangsel 2023-2025 Diduga Tercium Aroma Korupsi
Dana BOS Reguler SMPN 1 Tangsel 2023-2025 Diduga Tercium Aroma Korupsi

Tangsel

siber.news | Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS ) Reguler tahun 2023 – 2025 diduga sarat aroma korupsi. Dugaan itu mengarah terhadap potensi merugikan keuangan negara hingga ratusan juta dalam setiap tahun anggaran.

Halnya yang terjadi di UPTD SMP Negeri 1 Tangsel dugaan skandal korupsi BOS Reguler itu, terendus ketika melihat juknis SPMB tahun ajaran 2025/2026 Nomor: 400.3.5/Kep.3819-DIKBUD 2025 dengan jumlah 378 siswa untuk 9 Rombel. Namun, faktanya didalam data pokok pendidikan (dapodik) untuk tahun tersebut memiliki jumlah 527 siswa.

Karena itu, Koordinator GMAKS Tangerang Raya, Holida Nuriah ST, melayangkan surat klarifikasi ke UPTD SMP Negeri 1 Tangsel, sayangnya, ketika surat dilayangkan ke sekolah langsung di tolak oleh Kepsek melalui Humas SMP Negeri 1 Tangsel. Selasa (14/10/25).

” Saya melayangkan surat klarifikasi sebagai upaya menyamakan persepsi,namun langsung ditolak oleh Humas SMP dengan alasan yang tak masuk akal,” jelas Holida

Holida mendesak Kepada Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni untuk mengambil tindakan tegas terhadap Kepsek SMP Negeri 1 Tangsel, serta mengevaluasi seluruh guru yang dinilai tidak kooperatif. Terutama, Humas SMP yang tak memahami UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

” Kami dari GMAKS meminta kepada Deden Deni (Kadisdik) Tangsel untuk tidak menutup mata terhadap Kepsek SMP Negeri 1 Tangsel, karena jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk di lingkungan Dinas Pendidikan Tangsel,” tegasnya.

Holida menjelaskan, tak hanya itu, dugaan praktek bisnis yang terjadi dilingkungan SMP Negeri 1 Tangsel yakni atas penjualan seragam 1.140.000/siswa diduga kepada 527 siswa yakni, penghasilan penjualan kurang lebih mencapai Rp. 600 juta.

Adapun dugaan kerugian negara yang terjadi di UPTD SMP Negeri 1 Tangsel, menurut Holida dari tahun anggaran 2023 – 2025  kurang lebih mencapai 423 juta rupiah. Dengan rincian:

  1.  Tahun ajaran 2023 /2024 (Kelas 7) dengan jumlah 494 siswa diduga selisih jumlah 114 siswa.
  2. Tahun ajaran 2024/2025 (Kelas 7) dengan jumlah 467 diduga selisih jumlah 99 siswa
  3. Tahun ajaran 2025/2026 (Kelas 7) dengan jumlah 527 siswa diduga selisih 149 siswa.

Total jumlah siswa yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara mencapai 362 siswa x 1.170.000/siswa yakni Rp. 423.540.000.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berusaha mendapatkan keterangan resmi dari Kepsek SMP Negeri 1 Tangsel.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.