Selasa, 20 Januari 2026 19h40 WIB
JakartaKarena bulan baru semakin dekat, pertanyaan tentang waktu puasa menjadi banyak lagi yang dibahas. Banyak orang mulai mencari kepastian tentang waktu Ramadan, terutama dalam mempersiapkan program ibadah.
Baca juga:
Jangan puasa Qadha Ramadhan dalam 5 waktu ini.
Pencarian informasi ini meningkat seiring dengan bulan Sha’ban, menandai kedatangan bulan suci Ramadan.
Ramadhan 2026 Berapa hari lagi?
Baca juga:
Masih ragu berapa banyak Anda membayar untuk puasa fidyah? Baca penjelasan lengkapnya di sini
Berdasarkan kalender hari ini, Selasa, 20 Januari 2026, Muslim di Indonesia mulai menghitung kembali untuk tiba bulan suci Ramadhan 1447 Hijri. Jika dihitung dari tanggal ini, awal puasa Ramadhan pada 2026 diperkirakan sekitar 29 sampai 30 hari.
Baca juga:
Perhitungan balik Ramadhan 2026
Perhitungan ini mengacu pada kalender Islam yang diperkirakan yang digunakan sebagai referensi awal. Ramadhan sendiri berubah lebih awal setiap tahun, khususnya 10-11 hari sebelum tahun sebelumnya.
Perubahan ini terjadi karena kalender Islam menggunakan siklus bulan sebagai dasar untuk menghitung waktu. Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan biasanya mengacu pada dua referensi utama, yaitu organisasi Islam dan keputusan resmi pemerintah.
Berikut ini perkiraan awal Ramadhan 1447H berdasarkan dua link:
1. media
Diperkirakan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
2. Pemerintah (Kementerian Agama)
Sementara itu, pemerintah, melalui Kementerian Agama, memperkirakan bahwa awal Ramadhan 1447H akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan kalender Islam Indonesia (estimator).
Perbedaan satu hari ini biasa dan sering terjadi setiap tahun, tergantung pada metode penentuan yang digunakan.
Hanya tersisa satu bulan untuk Ramadhan, ada beberapa hal penting yang harus Anda mulai mempersiapkan sekarang.
Bulan Sha’ban adalah kesempatan terakhir bagi umat Islam untuk mengimbangi puasa Ramadhan tahun sebelumnya sebelum memasuki bulan puasa baru.
Hal ini sangat dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah pada bulan Sha’ban agar tubuh terbiasa dengan pola makan dan aktivitas selama puasa Ramadhan.
Di sisi lain
Kemudian persiapan spiritual, meningkatkan jumlah dhikr, membaca Al-Quran, meningkatkan niat, dan menjaga hati murni adalah langkah penting untuk menyambut bulan berkat.























