StudioKctus
Berita  

Alam Takambang Memang Bukan Guru

Catatan : Pinto
Janir
Saya hidup karena saya belummenemukan jawaban. Bagi saya hidup itu adalah
“jawaban”. Hidup selesai ketika semuanya sudah terjawab !
Mengapa dengan Dunia?
Ketika mana kita terperangkap di ruang pengap, tak jarang
kepanikan datang menyergap. Rasa menjadi sempit. Ruang itu adalah rasa !
Kepanikan adalah perlawanan diri pada pikiran dan hati.
Emosi yang buruk adalah ekspresi kekalahan diri. Ia menciptakan sendiri. Awal
sebuah derita ketika pikiran terkubur. Ia bernisan kelelahan yang dungu.
Adalah sebuah keniscayaan bila waktu menjadi satu-satunya
media untuk menghantarkan kita pada suatu ruang.Di atas dunia , waktu dan ruang tak akan
pernah terpisahkan. Tapi mereka tidakberhukum kekal. Pada kematian, adalah awal mulanya waktu membatu.
Kehidupan yang kekal itu ditandai dengan telah diamnya waktu. Bila waktu lenyap
dan ruang tetap ada, itulah sebuah tanda dimulainya kehidupan yang kekal.
Bernilai atau tidak bernilainya sebuah waktu dan ruang di
atas dunia, ditentukan oleh pikiran dan perbuatan.
Nilai waktu dan ruang tetap terjerat hukum relativisme.
Nuklis kehidupan tak lebih dari pikiran, waktu dan ruang
itu tadi.
Karena kehidupan itu adalah pikiran. Ia mantra yang
paling ampuh di ruang metafisika kita.
Tidak selamanya sesuatu itu ada karena kausalitas semata.
Ada yang ada tanpa sebab.Ada yang ada tanpa akibat. Tapi, pada sisi lain di
bilik yang paling tersuruk, tak ada sesuatu yang terjadi tanpa alasan. Waktu
dan ruang dicatat oleh angka. Sesuatu sesuatu yang terjadi dapat dbuktikan
dengan angka. Dari ujung rambut sampai ujuang kaki adalah angka-angka. Tiap
peristiwa selalu diiringi angka-angka. Peristiwa dapat dihitung dari
angka-angka, walaupun ia belum, ia akan, atau ia sudah terjadi.
Sementara, mutu kehidupan dibentuk oleh hasil olah
pikiran yang berwujud pada perbuatan, sikap dan komitmen pada pikiran sendiri.
Saat itu ruang dan waktu menjadi pengikut untuk
mencatatkan riwayat yang dihasilkan oleh pikiran yang sekaligus sebagai tempat
berdiri gagahnya monument pikiran itu sendiri.
**
Pikiran itu alam. Ia jagad yang tumbuh dan bersemayam
dalam jiwa dan raga.
Pikiran tak pernah mati, karena ia bukan otak semata. Ia
adalah ruh lain yang selalu mencari jawaban.
Makin luas pikiran, makin lapanglah alam kita. Alam itu
seluas pikiran adanya.
Alam terkembang jadi pikiran. Ia adalah labour yang
kemudian menjadi kaca untuk bercermin.
Pikiran terkembang menjadi alam. Ia seumpama mozaik di
ruang optik mata kita.
Pikiranterkembang
menjadi guru karena adanya hasutan dari rasa. Tak ada alam sebenar benar alam
tanpa kekuatan pikiran.
Tanpa pikiran alam lenyap. Akal bertupang hati dan
pikiran. Akal adalah filsafat diri yang paling sejati.
Keruntuhan dunia diawali dari lenyapnya akal.
Pada tulisan
terdahulu, saya memikirkan tentang “ Alam takambang BukanGuru”.
Melihat alam
mengolah pikiranadalah salah satu cara
terhebatmempertajam daya pikir.
Makanya apa saja dan sesuatu yang kita peroleh pada saat
ini tak lebih dari hasil olah pikir pada masa lalu. Pikiran sekarang membentuk
masa depan.
Pikiran melahirkan masa. Ia adalah energi.
Apa yang dipikirkan saat ini adalah sesuatu yang akan
berbuah pada masa di muka.
Putuskan
pikiranmu, terang jalan jadi rupa.
Itulah masa depan!
Benih pikiran akan
senantiasa berbuah harapan.
Secara terus menerus, bila harapan dipelihara dan selalu
dipupuk dengan pikiran yang berlebihan tanpa memilah-milah apa yang dipikirkan,
tak jarang juga akan melahirkan kekecewaan.
Riwayat kekecewaan berpangkal pada cara berpikir yang
mengabaikan akal sehingga pikiran berkembang liar karena merujuk pada
romantisme dan fenonismelogi dalam kenyataan dan fakta yang megistimewakan
logika.
Pikiran yang liar adalah pikiran yang dihuni dan dipenuhi
oleh keinginan-keinginan yang menerawang.
Ujung dari keliaran adalah kejinakan .
Bilamana keinginan yang tak tertata dengan baiklalubertahta dan menjadi akar padapikiran, maka batangnya tumbuh dengan lapuk.
Ketika ia diproses oleh waktu, maka sedikit angin
menerpa; batang itu akan runtuh dan menumbuhkan kekecewaan.
Tiap mengerjakan sesuatu harus dimulai dan harusada terlebih dahuludalam pikiran. Jangan pernah laksanakan
pekerjaan apa yang adadi luar pangana.
Sesuatu yang tak ada dalam pikiran, lalu dipaksakan untuk
dilaksanakan, besar kemungkinan hasilnya juga tak akan sesuai dengan apa yang
direncanakan dan diharapkan.
Ketika sebuah pekerjaan ada dalam pikiran, pada saat itu
ia telah mendekati selesai.Ia adalah fenomena yang diselesaikan oleh waktu.
Makanya, pikiran yang baik hendaknya selalu dekat dan
bersentuhandengan hati. Kalau pikiran
menjauhi hati, terjadilah apa yang disebut dengan “pikiran yang tak terakali”.
Produk awal dari sebuah pikiran adalah ruang.
Apa yang dipikirkan dengan total, ia akan menjelma
menjadi ruang yang tampak. Berpikir, lalu ruangnya gelap, sepantun dengan
impian yang bisu.
Mantra yang paling tajam dan kuat itu pikiran.
Tak jarang, pikiran terkadang menjelma menjadi “doa”
ketika mana “jalan” tampak jelas dan terang.
Pikiran yang putus perhitungannya, adalah pikiran yang
bemakrifat dan menembus ruang dan waktu.
Bila pikiran tak mampu menembus ruang dan waktu, maka ia
akan jadi sa-sia. Saat itu hidup percuma.
Namun, pikiran yang telah menembus ruang dan waktu
sebanding dengan “belum pergi sudah sampai” atau “belum kerja sudah selesai”.
Tapi kunci benar dari pikiran itu adalah
pelaksanaan.Sebagaimana kata budayawan dan penyair WS Rendra, perjuangan adalah
pelaksanaan kata-kata. Kata-kata itu adalah buah pikiran yang harus
dilaksanakan.
Apa yang dipikirkan, lalu menembus ruang dan waktu,
wujudkan dengan pelaksanaan dan perbuatan.
Tinggal lagi bagamana memenej pikiran dan teknis
mewujudkan pikiran itu sendiri.
Semua itu sebenarnya tergantung kepada kepiawaian
menghias ruang menata waktu.
Dan satu pikiran berpotensi melahirkan berjuta-juta
materi. Namun, berjuta-juta materi belum tentu melahirkan satu pikiran. Hidup
adalah ide !
Mengapa?
Karena, materi itu ruhnyaadalah pikiran.
Ketika pikiran meniupkan “jiwa” pada apa yang dipikirkan,
makaia hidup dan menjelma menjadi suatu
yang bermateri dan berwujud!
Penyelesai dunia adalah pikiran. Dunia diurus oleh
pikiran.
Makanya, ajaran lama yang menyatakan “ usah berpikir
jauh, dunia tak akan selesai oleh kita” adalah sebuah doktrin yang menumpulkan
daya pikir. Itu kekeliruan menangkap opini.
Akhirat itu jauh, tapi menjadi dekat bilamana kita
berpikir dengan “iman”.
Bilamana hendak mengenal seseorang, kenal pikirannya dan
simak apa yang telah ia pikirkan.
Jikamana alam takambang menjadi terpikirkan, ia harus
dijadikan sebagai tempat memunculkan pertanyaan-pertanyaan.
Hidup ini memang berdiri atas berlapis-lapis pertanyaan,
manusia yang cerdas dan bijaksana akan senantiasa mencari jawaban-jawabannya.
Tapi secerdas apapun seseorang, selama ia masih hidup, ia akan menyisakan
jawaban yang belum terjawab.
Hidup itu adalah pikiran yang tak terjawab.
Dan hidup itu sesungguhnya memang sederhana, ketika mana
Tuhan mengajukan pertanyaan, manusia berupaya menemukan dan mencari jawabannya.
Bukankah, Tuhan bertanya, manusia menjawab. Menjawabnya adalah dengan
akal,pikiran dan hati. Dan Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha cerdas. Tuhan
benci pada kebodohan.
Untuk itu berpikirlah…Lakukanlah perintah pikiran nan di
hati.
Jangan percaya, alam terkembang bukan guru. Mengapa?
Karena kini ia mulai tidak konsisten. Dalam kerusakan atmosfir, alam sulit
dipedomani. Terkadang, cewang di langit belum tentu panas. gabak di hulu belum
tentu hujan.
Kemana harus berpedoman:
Ya, kepada Alqur-an.
Kepada Hadist. Kepada pikiran. Kepada hati.
Sebelum sesat
hingga ke hulu, bagusnya berbalik !
Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.