StudioKctus
Berita  

6 kali final tapi belum juara, Herdman justru bilang bagus

6 kali final tapi belum juara, Herdman justru bilang bagus
Featured image untuk artikel: 6 kali final tapi belum juara, Herdman justru bilang bagus

Enam kali lolos ke partai puncak, enam kali pula pulang tanpa trofi. Bagi kebanyakan pelatih, catatan itu bisa jadi beban berat, tapi tidak bagi John Herdman. Ia justru menilai capaian tersebut sebagai tanda bahwa timnya konsisten menembus batas teratas, dan itu—menurutnya—adalah modal berharga untuk meraih gelar di masa depan.

Jakarta – Meski Timnas Indonesia masih belum berhasil mempersembahkan trofi Piala AFF, pelatih kepala John Herdman justru menilai positif catatan enam kali lolos ke partai final. Baginya, capaian tersebut membuktikan konsistensi tim dan menunjukkan potensi besar yang bisa dijadikan landasan untuk meraih hasil lebih baik di masa depan.

Meski sudah enam kali tampil di final namun belum juga meraih gelar juara, pelatih Toronto FC, John Herdman, justru menilai situasi itu sebagai sesuatu yang positif.

Enam kali tampil di final Piala AFF, enam pula kali Timnas Indonesia pulang dengan tangan hampa. Bagi sebagian besar penggemar, catatan itu jelas mengecewakan, namun pelatih asal Kanada, John Herdman, justru menilai “bagus”. Ia menyebut rekor tersebut sebagai bukti bahwa skuat Garuda konsisten menembus partai puncak—hal yang tak selalu berhasil dilakukan negara lain di kawasan. Herdman kemudian jujur menunjuk kelemahan nyata: ketika laga paling panas, mental dan ketajaman di lini depan masih sering kendur. Baginya, menemukan formula untuk menang di laga pamungkas—bukan sekadar lolos ke sana—adalah pekerjaan rumah yang harus selesai sebelum tampil di ASEAN Championship 2026.

Enam kali tampil di partai puncak selalu tertahan, tapi John Herdman justru menilai itu bukan tanda kemunduran. Bagi pelatih tim nasional ini, pengalaman berulang di laga final adalah bekal berharga untuk menempa mental juara sekaligus mempercepat kedewasaan skuadnya.

Pernyataan itu diutarakan Herdman usai hadir di pengundian ASEAN Championship 2026, di MNC Studio Tower 1, Kamis 15 Januari 2026.

Meski sudah enam kali tampil di partai puncak namun belum juga meraih trofi, pelatih kepala Tim Nasional Kanada, John Herdman, justru menilai capaian tersebut sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, berulang kali mencapai final menunjukkan konsistensi tim dan peluang besar untuk akhirnya menjadi juara di masa depan.

Rizky Ridho merespons pujian yang disampaikan John Herdman usai timnas Indonesia U-20 kembali menelan kekalahan di final. Meski sudah enam kali tampil di partai puncak namun belum juga meraih trofi, sang pelatih justru menilai perkembangan yang ditunjukkan skuad Garuda Muda sangat positif.

Enam kali lolos ke laga puncak namun hingga kini belum pernah meraih trofi, justru membuat pelatih John Herdman menilai torehan itu sebagai hal positif.

Herdman dan Erick Thohir bahas hasil final

Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang play-off antara Brunei Darussalam serta Timor Leste. Kelima tim ini akan berlaga merebut dua tempat ke babak semifinal.

Enam kali lolos ke partai puncak, enam kali pula pulang tanpa trofi. Bagi kebanyakan pelatih, rekor itu bisa jadi beban psikologis. Namun John Herdman justru menilai rangkaian kegagalan tersebut sebagai proses pembelajaran yang “bagus”. “Kami sudah enam kali di final dan belum juga juara,” ujar Herdman usai laga. “Tapi saya melihatnya sebagai perkembangan, bukan kegagalan.”

Anak asuh John Herdman menaklukkan Timnas Indonesia, jadi sorotan usai drawing ASEAN Cup 2026.

Herdman mengakui bahwa catatan Indonesia di turnamen yang dulu bernama Piala AFF memang belum manis: enam kali tampil di final, tapi belum sekalipun juara. Justru karena itu, ia merasa ada semangat ekstra untuk pelatih anyar seperti dirinya.

“Menurut saya, justru belum pernah juara di enam final itu menjadi keuntungan bagi pelatih anyar,” kata Herdman kepada wartawan.

Pelatih asal Inggris itu melihat Timnas Indonesia sudah sering masak final—enam kali—tapi selalu pulang tanpa trofi. Karena itu, ia ingin sejak turnamen baru dimulai skuad sudah punya rasa percaya diri dan pola pikir juara.

“Saya tahu Indonesia sudah enam kali lolos ke final. Jumlah itu cukup besar. Semoga kali ini trofi akhirnya bisa dibawa pulang. Menjadi juara untuk pertama kalinya, sambil menulis sejarah bersama suporter dan para pemain, itulah tujuan utama yang ingin kami kejar di turnamen ini,” ujarnya.

Meski melihat grupnya cukup menguntungkan, Herdman tetap waspada. Ia menyadari tiap tim punya kesulitan masing-masing dan tak ada pertandingan yang bisa dipandang enteng.

“Inilah kesempatan nyata dengan skuad yang kami miliki. Tapi saya tegaskan, setiap tim akan menghadapi kesulitan di grup masing-masing,” kata Herdman.

Enam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula pulang tanpa trofi. Bagi kebanyakan pelatih, rekor itu jelas pahit, tapi John Herdman justru menilai “bagus”.

Turnamen ASEAN Championship 2026 jadi kesempatan emas bagi Timnas Indonesia untuk bangkit. Pasalnya, di edisi 2024 lalu, Garuda harus tersingkir di fase grup setelah kalah bersaing dengan Vietnam dan Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.