Lebak, Siber | Warga desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak meminta kepala desanya agar mundur dari jabatannya. Permintaan tersebut datang setelah kepala desa membuat kegaduhan dengan cara mengeluarkan statmen yang kurang baik dan tidak mendidik, dan terkesan arogan.
Ruslan selaku tokoh pemuda karismatik menyatakan sikap bahwa semua pemuda dan tokoh masyarakat mendesak kepala desa untuk segera mundur dari jabatanya tentunya dengan teknis dan mekanisme peraturan perundang undangan yang harus dilalui.
“Agar tidak menjadi polemik dan menjaga keamanan ketertiban masyarakat di desa Mekarjaya semestinya legowo lah kepala desa harusnya mengundurkan diri secara ksatria agar kedepan desa Mekarjaya dapat di pimpin oleh kepala desa yang lebih baik lagi dan yang bisa menjaga lisan maupun tangannya, “kata Ruslan.
Masih kata Ruslan, diirinya menyayangkan perkataan kepala desa yang di nilai arogan dan tidak pantas di ucapkan oleh seorang pemimpin di desa yang merupakan sosok panutan bagi masyarakat.
“Jaro Saleh itu sangat arogan dan tidak pantas untuk menjabat lagi menurut pemuda dan tokoh masyarakat setempat menuntut untuk di proses secara etika dan hukum yang berlaku”ucapnya kesal.
Yusren Matondang selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa(BPD) Mekarjaya ketika di konfirmasi via telepon selulernya menyampaikan hasil rapat kemarin kepala desa sudah mengakui kesalahanya dan meminta maaf kepada masyarakat.
“Ya hasil musyawarah kemarin Kepala Desa sudah mengakui kesalahanya dan meminta maaf,terkait desakan masyarakat yang meminta kepala desa untuk mundur masalah ini sedang di proses di DPMD kab lebak dan Inspektorat kabupaten,masyarakat tinggal menunggu saja hasilnya seperti apa sangsi yang akan di berikan,”bebernya.
Babay imrony selakau kepala DPMD kab Lebak menuturkan pihaknya sudah memanggil yang bersangkutan seketika untuk klarifikasi dan sudah meminta maaf terlepas apa yang melatar belakangi kepala desa bisa bersikap seperti itu,yang jelas anda itu salah.
“Ya menurut kami itu tidak wajar di sampaikan kepada orang lain bahasa dari seorang kepala desa terhadap masyarakat dan ingin menarik ucapanya baik kepada masyarkat dan insan pers, ” Kata Babay.
(Ys)
