StudioKctus
Berita  

Buya Dukung Pasangan Burhanudin–Samsul Jadi Kuda Hitam Pilkada Serang

Penulis:
Redaksi

SBNews.co.id
Serang
– Pemerintahan Kota Serang memang terhitung sangat
muda, namun demikian memiliki status strategis sebagai Ibukota provinsi sehingga
menjadikan pesta Demokrasi yang akan digelar tidak akan kalah menarik untuk
disimak dalam kancah perpolitikan di provinsi Banten ini.
Terlebih hal tersebut dapat dilihat menjelang Pilkada
kali ini sudah banyak bermunculan tokoh-tokoh yang sudah level provinsi memposisikan
dirinya sebagai bakal calon yang akan bertarung dengan usungan perahu partai
maupun jalur perseorangan dalam Pilkada Kota Serang.
Namun sangat disayangkan geliat politik yang digambarkan
diatas tidak sesuai dengan hasil pantauan dilapangan. Sebagian masyarakat sangat skeptis dalam menanggapi
fenomena politik jelang Pilkada Kota Serang ini.Ada beberapa faktor yang melandasi sikap
masyarakat tersebut.
Satu sisi masyarakat tidak merasakan dampak
pembangunan yang signifikan, mengingat Kota Serang sudah berusia 10 tahun dan
atau sama dengan telah melakukan Pilkada dua kali.
Di sisi lain,
boleh jadi pembangunan yang tidak signifikan ini sebagai akibat efek domino dari
praktik politik transaksional ketika Pilkada berlangsung.
Sebenarnya masyarakat tidaklah terlalu menuntut banyak
terhadap pemerintahan yang ada.Masyarakat hanya menginginkan Pemerintah Kota Serang agar memperhatikan
hajat hidup dasar, masyarakat secara simultan dan gradual sesuai dengan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Serang.
Pendapat masyarakat diatas menggambarkan dilema
demokrasi di Indonesia lebih khusus lagi di Kota Serang.Pada dasarnya demokrasi ingin melibatkan
masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politiknya, tetapi makna
positif dari demokrasi tersebut mengalami distorsi ketika dimanfaatkan oleh
para petualang politik dengan cara membuat regulasi-regulasi yang tidak memihak
kepada rakyat.Sehingga peran partai sebagai
unsur vital dari demokrasi cenderung mendapatkan penilaian negatif dari
masyarakat karena dianggap melakukan praktek politik pragmatis sesuai dengan
kepentingannya.
Salah seorang mahasiswa pascasarjana yang peduli
terhadap keadaan kota kelahirannya, Wiradi kepada SBNews mengatakan, dirinya
merasakan mosi tidak percaya begitu tinggi dari masyarakat terhadap Pilkada
yang akan datang.Hal ini disebabkan
fenomena kemunculan bakal calon yang ditandai dengan banyaknya pemasangan
poster-poster tidak menggambarkan figur yang siap memimpin.Terbukti sampai hari ini belum ada bakal
calon dari partai yang sudah berpasangan.
Keadaan seperti ini memperkuat sinyal bahwa sedang
berlangsung praktek politik transaksional.Terlebih lagi dari sekian banyak bakal calon yang digadang-gadang adalah
sosok yang tidak bisa melepaskan dirinya dari hegemoni politik saat ini.
Namun demikian sebagai warga kota yang baik, Wiradi mengajak
kepada masyarakat yang memiliki hak suara agar tidak menjadi golput tetapi
harus tetap menyalurkan hak politiknya pada Pilkada yang akan datang agar
harapan masyarakat Kota Serang dapat terwujud.Karena dimungkinkan Pilkada yang akan datang diikuti oleh kandidat dari
Jalur Perseorangan yang cenderung bebas dari praktek politik dagang sapi.
Ia juga menyerukan, kepada masyarakat Kota Serang agar
cerdas dalam menentukan pemimpin Kota Serang yang akan datang, jangan
mengorbankan kehidupan lima tahun ke depan hanya demi sejumlah kompensasi disaat
serangan fajar.
Harapan masyarakat diatas bukan hal yang utopis,
mengingat peta politik di Kota Serang secara faktual memberikan peluang besar
bagi hadirnya bakal calon dari jalur perseorangan sebagai bentuk
pengejawantahan amanat rakyat.
Berdasarkan Data BPS Kota Serang terdiri dari 6
kecamatan dan 66 kelurahan.Sedangkan
menurut data KPU jumlah DPT yang tersebar diwilayah adminstrasi Kota Serang, sebanyak
455.291 pemilih.Hal ini berarti bakal
calon dari jalur perseorangan akan dapat
mengikuti kancah Pilkada Kota Serang hanya dengan mengumpulkan KTP sebanyak
38.700 atau sama dengan 8,5 % dari jumlah DPT secara keseluruhan.
Angka-angka diatas akan mengantarkan Kota Serang ke
arah yang lebih baik jika masyarakat memiliki kesadaran dan keberanian politik dengan
cara berperan sebagai pendukung aktif terhadap bakal calon dari jalur
perseorangan.Sudah sewajarnya warga
Kota Serang memiliki keberanian yang tinggi sebagaimana telah diwariskan oleh
leluhurnya dengan cara mendukung secara aktif mensukseskan perubahan mendasar
peta politik di tanah Jawara.
Berdasarkan info yang dihimpun SBNews.co.id pada
tanggal 11 Oktober 2017, KPU Kota Serang telah mengundang sejumlah bakal calon
yang akan mengikuti pada Pilkada yang akan datang.Dari sekian bakal calon yang diundang belum
ada satupun yang sudah berpasangan sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota
kecuali hanya pasangan BUYA (Burhanudin, S.Ag., M.Si., dan Samsul Hidayat, S.Pd.I.)
dari jalur perseorangan.Hal ini
merupakan angin segar di alam demokrasi Kota Serang.
Hasil penelusuran SBNews, ternyata pasangan BUYA termasuk
yang sudah siap baik secara administrasi maupun tim pendukung di lapangan.
Dari hasil kkonfirmasi dengan Tim Sukses BUYA, dapat
disimpulkan bahwa kemunculan pasangan BUYA ini mendapatkan respon positif dari
masyarakat luas di Kota Serang.Dibuktikan
dengan terkumpulnya KTP dukungan sebanyak 80% dari target yang direncanakan Tim
Sukses dan akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu.
Hal ini ditandai denganberdirinya posko-posko pengumpulan KTP
ditiap-tiap kelurahan di seluruh kecamatan Kota Serang.
Respon positif tersebut disebabkan oleh dua hal.Pertama, pasangan Burhanudin-Samsul Hidayat
ini memiliki integritas diri yang menggambarkan segala syarat-syarat pemimpin
berkumpul pada dirinya masing-masing.
Sedangkan hal yang kedua, sebagai akibat dari
soliditas Tim Sukses BUYA yang bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih demi
terwujudnya cita-cita bersama membangun Kota Serang lebih maju menuju gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo.
Menanggapi dinamika politik yang berkembang di Kota
Serang, Ketua Umum DPW Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN)  Prabu Yopi Rianda,
S.H. saat dijumpai di kantornya Sabtu (21/10/2017) , pihaknya memiliki penilaiannya sendiri.
Prabu menilai paradigma masyarakat berkaitan dengan
mosi tidak percaya  terhadap pemimpinnya saat ini memang tepat.Pasalnya masyarakat merasa selalu diposisikan
sebagai objek kepentingan dari kelompok elitis yang berkuasa.
Sebagai contoh kongkret, masyarakat dimobilisasi
secara masif dan diberikan janji-janji angin surga ketika menjelang Pilkada,
tetapi sesaat setelah Pilkada usai, masyarakat dipaksa untuk bersabar atas
segala beban hidup yang diembannya.
Jika nanti pada Pilkada yang akan datang tidak ada
perubahan political will dari para
elitis untuk benar-benar mengayomi masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan
warga Kota Serang akan mencari figur yang bisa menjadi bapak bagi rakyatnya.Kebutuhan tersebut saat ini hanya bisa dipenuhi
oleh pasangan BUYA.
Secara kebahasaan, istilah Buya memiliki makna dan
filosofi sebagai figur seorang ayah yang memiliki integritas diri dan
kehormatan yang mampu mengayomi keluarganya.Istilah Buya tidak hanya identik dengan ikatan biologis semata, tetapi
memiliki ikatan-ikatan emosional berdasarkan cinta dan kasih yang universal.

Dengan demikian, sudah sepatutnyalah warga Kota
Serang memberikan apresiasi dan antusiasme dengan cara ikut memberikan KTPnya
di posko-posko kemenangan BUYA di tiap-tiap kelurahan, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.