Makassar (ANTARA) Tim SAR bersama segera menyerahkan kotak hitam pesawat ATR 42-500 dengan nomor matrik PK-THT milik PT Indonesia Air Transport (IAT) ke Komite Keamanan Transportasi Nasional (KNKT) setelah ditemukan di daerah pegunungan Bulusaraung, Pangkep Regency, Sulawesi Selatan.
Setelah ditemukan, kotak hitam itu segera diasuransikan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yaitu KNKT, yang memiliki otoritas untuk melakukan penyelidikan tambahan sesuai dengan prosedur yang berlaku, kata Kepala Kantor Makassar Basarnas, Muhammad Arif Anwar, pada hari Rabu.
Sebagai Koordinator SMC (Koordinator Misi SAR), dia menjelaskan bahwa di dalam kotak hitam ditemukan dua unit, dalam bentuk Registrator Data Penerbangan (FDR) dan Registrator Suara Kabina (CVR).
Kotak hitam, katanya, adalah bagian penting dalam serangkaian kecelakaan pesawat. Keduanya ditemukan di sekitar pesawat oleh tim SAR bersama saat pencarian pelacakan di sektor pencarian.
Dia menjelaskan bahwa FDR berfungsi untuk merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, dan kinerja mesin.
Data yang mencatat aktivitas ini, katanya, sangat penting untuk membantu pihak berwenang membangun kembali kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.
Sementara itu, CVR berfungsi untuk merekam percakapan di dalam kabin, termasuk komunikasi antara kru penerbangan dan suara penting lainnya selama penerbangan.
Biasanya, perangkat FDR dan CVR disimpan di ekor pesawat. Lokasi ini dirancang karena dianggap bahwa zona ekor memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi dalam kasus tabrakan, sehingga kesempatan untuk menyimpan data lebih besar, jelasnya.
Penemuan kotak hitam ini, tambahnya, merupakan langkah penting dalam proses penyelidikan kecelakaan pesawat.
Tim SAR terus melakukan tugas sesuai dengan mandatnya, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban, serta perlindungan objek penting di tempat kejadian, dia menekankan.
Sebelumnya, tim SAR berhasil menemukan kotak hitam di belakang ekor pesawat ATR 42-500 di daerah pegunungan Bulusaraung, Pangkep Regency, Sulawesi Selatan.
Alhamdulillahirrohbilalamin, kami bersyukur bahwa bersama-sama pada pukul 11.00 WITA kami berhasil menemukan kotak hitam tersangka, kata asisten operasi Kodam XIV Hasanuddin Koronel Inf Dody Triyo Hadi dalam pernyataan dalam video yang diterima di Makassar.
Penemuan dua unit yang diduga sebagai kotak hitam pesawat itu terjadi setelah sebuah tim terlatih secara khusus mencari ekor pesawat. Setelah menemukan ekor kapal terbang, tim SAR gabungan membebaskan posisi kotak hitam untuk dievakuasi ke pos komando AJU SAR di Tompobulu, distrik Balocci, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Kotak hitam pesawat ATR 42-500 milik IAT telah ditemukan dan dikirim ke NTSC
Baca juga:DVI menerima mayat dari dua korban pesawat ATR 42-500























