Lizelle Lee dari Delhi Fundings melakukan tembakan saat pertandingan WPL melawan UP Warriors di Stadion DY Patil di Navi Mumbai pada Rabu, 20 Januari 2026|Kredit Foto: EMMANUAL YOGINI
Di era ketika standar kebugaran yang tinggi semakin menjadi hal yang tidak dapat dinegosiasikan bagi pemain kriket di tingkat elit, Lizelle Lee mungkin terlihat ketinggalan jaman. Pada tahun 2022, penjaga gawang Afrika Selatan mengumumkan pensiun mendadak dari kriket internasional pada usia 30 tahun karena kegagalannya memenuhi persyaratan kebugaran Kriket Afrika Selatan.
Namun saat ia berkompetisi pada saat itu, hal tersebut bukanlah halangan terhadap tolok ukur yang ia tetapkan dengan skor larinya yang produktif. Hampir empat tahun kemudian, Lee terus menunjukkan di liga waralaba T 20 di seluruh dunia bahwa dia tetap menjadi salah satu pemukul paling destruktif yang pernah ada.
Kapan kita harus memulai segmen baru yang disebut Ulasan Pertandingan oleh Lizelle?pic.twitter.com/oPkGBaBkqb
— Ibukota Delhi (@DelhiCapitals)15 Januari 2026
Sempat berprestasi khususnya di Women’s Huge Bash Organization (WBBL), Lee yang kini berdomisili di Australia, kini juga menunjukkan dagangannya di hadapan penonton India di Women’s Premier Organization.
Jika pengaruh Lee di WPL baru terasa di musim keempat turnamen tersebut, itu karena dia tidak terjual dalam lelang menjelang musim 2025 Namun November lalu, Delhi Capitals menjual pria berkacamata berusia 33 tahun itu dengan harga dasar 30 lakh.
Lee telah mencapai langkahnya bersama Shafali Verma yang sama dinamisnya di urutan teratas. Dalam lima pertandingan, Lee telah mengumpulkan 213 run dengan rata-rata 42, 6 dan strike rate 154, 34
Menjelajahi kemitraan ini lebih lanjut di setiap pertandinganpic.twitter.com/kevF 43 pVby
— Ibukota Delhi (@DelhiCapitals)21 Januari 2026
Dia telah berkontribusi besar pada dua kemenangan DC, dan bahkan ketika tim tersebut kalah dari Gujarat Giants dengan empat run sambil mengejar 210, Lee tampil kedepan dengan 54 -bola 86
Pada hari Selasa, warga India Mumbai menanggung beban terberat dari kekuasaan Lee. Belakangan, pelatih MI Australia Lisa Keightley memuji gol pembuka tersebut.
“Saya tidak mengenal Lizelle dengan baik, tapi tentu saja dia akan senang bermain lebih awal di WPL. Dia memukul location yang berbeda dari kebanyakan batter yang pernah saya tonton,” kata Keightley.
Diterbitkan– 21 Januari 2026 17: 38 WIB





















